Tentara Korut Tertembak saat Membelot ke Korsel

id Korea Utara, Korea Selatan, Nuklir, Rudal

Prajurit Korea Selatan berpatroli dekat perbatasan dengan Korea Uyara di kawasan Hwacheon, Provinsi Gangwon/File (presstv.com)

Seoul (Antara/Reuters) - Seorang tentara Korea Utara membelot ke Korea Selatan pada Senin setelah ditembak dan dilukai militer Korea Utara, kata Korea Selatan.
        
Prajurit tersebut ditemukan di sisi selatan perbatasan desa Panmunjom, sekitar 50 meter di selatan Jalur Demarkasi Militer, terluka di bahu dan siku, kata pejabat kementerian pertahanan Korea Selatan.
        
Dia membelot dari pos penjaga Korut di dekatnya dan dirawat di rumah sakit.
        
"Pembelot tersebut segera dipindahkan ke rumah sakit dengan helikopter Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tidak ada bentrok senjata api dengan pihak kami," kata pejabat kementerian tersebut.
        
"Karena daerah tersebut adalah wilayah terpapar ke Korut, kami harus merangkak ke sana untuk mengeluarkannya," tambah pejabat tersebut.
        
Tidak ada tanggapan langsung atas kejadian tersebut dari Korut.
        
Rata-rata, lebih dari seribu orang Korut membelot ke Korsel setiap tahun, sebagian besar melakukan perjalanan melalui China dan tidak mungkin bagi Korut untuk melintasi perbatasan darat, yang memisahkan kedua Korea, yang secara dalam keadaan berperang sejak bentrok pada 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian.
        
Penyeberangan terakhir terjadi pada Juni.
        
Pejabat kementerian Korsel mengatakan bahwa kondisi tentara dan pangkat militernya tetap akan diverifikasi.
        
Pembelotan terjadi di tengah ketegangan antara kedua Korea, dan antara Amerika Serikat dengan Korut.
        
Korut tahun ini telah meningkatkan kapasitas nuklir dan misilnya dengan serangkaian tes, karena berhadapan dengan Presiden AS Donald Trump yang bersumpah untuk menghentikan Korut agar tidak senjata nuklirnya tidak mencapai daratan AS.
        
Korut melakukan uji bom nuklir keenam dan paling kuat pada 3 September, namun belum meluncurkan peluru kendali apa pun sejak menembakkan satu di antaranya melewati atas daratan Jepang pada 15 September, jeda paling lama pada tahun ini.

Antara/Reuters
Devi/B Soekapdjo




Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar