Dolar AS menguat

id Dolar, Rupiah

ILUSTRASI (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

New York (Antara/Xinhua) - Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para investor mempertimbangkan sejumlah laporan ekonomi.


Total lapangan pekerjaan non pertanian AS meningkat sebesar 261.000 pada Oktober, jauh di bawah ekspektasi pasar, dan tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,1 persen, menurut Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Jumat.


Para pedagang terus mengawasi laporan penggajian non pertanian dan mencoba menemukan petunjuk tentang kapan Federal Reserve kemungkinan menaikkan suku bunga berikutnya.


"Seperti pada akhir 1990-an, saat tingkat pengangguran di tingkat terendah, Fed akan mulai mengeluarkan dampak inflasi potensial. Tetapi siapa pun yang meluangkan waktu untuk melihat data, akan melihat akhir tahun 90-an adalah waktu yang sangat baik untuk inflasi," kata Chris Low, kepala ekonom FTN Financial, dalam sebuah catatan.


Sementara itu, Departemen Perdagangan AS pada Jumat (3/11) mengumumkan bahwa defisit barang dan jasa mencapai 43,5 miliar dolar AS pada September, naik 0,7 miliar dolar AS dari 42,8 miliar dolar AS pada Agustus, yang direvisi.


Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,29 persen menjadi 94,963 pada akhir perdagangan.


Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1608 dolar AS dari 1,1661 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi 1,3069 dolar AS dari 1,3063 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia merosot ke 0,7650 dolar AS dari 0,7718 dolar AS.


Dolar AS dibeli 114,17 yen Jepang, lebih tinggi dari 113,99 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik ke 1,0007 franc Swiss dari 0,9992 franc Swiss, dan bergerak turun ke 1,2760 dolar Kanada dari 1,2808 dolar Kanada.

ANTARA/XINHUA
A. Suhendar




Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar