Petugas TNWK temukan gajah mati

id Gajah, TNWK, konservasi

Ilustrasi/Stop pemberian izin kepada pemburu yang memungkinkan mereka membantai tanpa perasaan atas hewan hampir punah, karena dianggap bagian olahraga. (forcechange.com)

Lampung Timur (Antara Lampung) - Petugas menemukan tulang belulang seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) liar di hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Kabupaten Lampung Timur, Lampung, dan diduga penyebab kematiannya karena usia tua.


"Tim patroli polisi hutan TNWK yang menemukan tulang belulang seekor gajah liar itu di dalam hutan TNWK, dan ditemukanya sudah beberapa hari ini," kata Kepala Balai TNWK Subakir di Lampung Timur, Senin (9/10) malam.


Menurut mantan Kepala BKSDA Provinsi Lampung itu, seekor gajah liar TNWK itu diperkirakan mati sejak dua bulan lalu, mengingat kondisinya hanya tersisa tulang belulangnya.


Dia belum bisa memastikan penyebab kematian satwa liar jenis langka dan dilindungi di dunia tersebut. "Kami masih menduga matinya karena faktor usia tua, usia gajah ini kami perkirakan 45 tahun," ujarnya.


Usai ditemukan, kata dia, pihaknya langsung membawa tulang belulang gajah liar itu untuk dimusnahkan.


"Setelah ditemukan tim patroli, tulang belulangnya dibawa untuk dimusnahkan," katanya.


Populasi gajah liar di hutan TNWK diperkirakan masih cukup besar dan bertahan pada habitat alami salah satu hutan hujan tropis tersisa di Pulau Sumatera ini.


Di TNWK juga terdapat belasan ekor gajah jinak terdidik dan terlatih di Pusat Konservasi Gajah (dulu Pusat Pelatihan Gajah) di Sumatera, sehingga kini menjadi atraksi untuk menarik kunjungan wisatawan ke daerah ini.

Antara
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar