Jumat, 20 Oktober 2017

Militer Turki dengan bentrok dengan pegaris keras

id Turki, perang Suriah dan Irak
Militer Turki dengan bentrok dengan pegaris keras
Tank Turki melakukan manuver dalam latihan militer di dekat perbatasan Turki-Irak di Silopi, Turki (25/09/17)/file. (Reuters)
Beirut (Antara/Reuters) - Pasukan Turki terlibat baku tembak dengan Tahrir al-Sham, kelompok garis keras Suriah, dekat Kafr Lusin, di perbatasan antara Turki dan provinsi Idlib, Suriah, kata Observatorium Hak Asasi untuk Suriah pada Minggu.
         
Observatorium tersebut merupakan kelompok pemantau perang yang bermarkas di Inggris.
         
Pada Sabtu, Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pemberontak Suriah yang didukung oleh pasukan Turki akan memulai sebuah operasi di daerah tersebut, yang sebagian besar dikendalikan oleh kelompok Tahrir al-Sham.
         
Kelompok pemberontak yang ikut dalam operasi tersebut mengatakan pada Sabtu bahwa mereka akan segera memulai serangan, sementara Tahrir al-Sham mengatakan bahwa setiap serangan terhadap Idlib tidak akan "menjadi medah" bagi musuh.
         
Tahrir al-Sham yang terbentuk dari bekas anggota Front Nusra, sebuah kelompok garis keras yang pernah menjadi cabang al-Qaida di Suriah hingga tahun lalu, ketika itu mereka mengubah namanya dan melanggar kesetiaannya terhadap gerakan pemberontak internasional yang didirikan oleh Osama bin Laden.
         
Mereka telah menjadi kekuatan yang tangguh sejak awal konflik, di samping kelompok pemberontak lainnya, namun sejak awal tahun ini mereka berusaha untuk mendapatkan kendali banyak wilayah termasuk Idlib.
         
Idlib dan daerah tetangganya di Suriah barat laut menjadi benteng pemberontak terbesar dan terpadat, rumah bagi lebih dua juta orang, banyak di antaranya merupakan pengungsi dari daerah lain di negara itu.
         
Turki telah menjadi salah satu pendukung pemberontak terbesar melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad selama perang enam setengah tahun, namun fokusnya beralih dari menggencarkan serangan terhadap musuh menjadi mengamankan wilayah perbatasannya.
         
Serangan tersebut terjadi menyusul tercapainya kesepakatan antara Turki dan Sekutu Suriah, Rusia dan Iran, untuk menerapkan kawasan "penurunan ketegangan" di Idlib dan sekitarnya guna mengurangi peperangan, kesepakatan tersebut tidak membahas Tahrir al-Sham.

  
Antara/Reuters  
Aulia/KR-AMQ

Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0083 seconds memory usage: 0.46 MB