Jumat, 20 Oktober 2017

Bupati: Muharram Momentum Introspeksi Diri

id bupati mustafa jadi dalang
Bupati: Muharram Momentum Introspeksi Diri
Bupati Lampung Tengah Mustafa saat menjadi dalang pada peringatan 1 Muharam 1439 H (suroan) di Kampung Sriagung Kecamatan Padangratu, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (24/9) malam.(Foto: Humas Pemkab Lampung Tengah)
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Bupati Lampung Tengah Mustafa mengajak masyarakat setempat memanfaatkan momentum bulan Muharram untuk mengintrospeksi diri serta menjadikan bulan yang baik ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kebaikan kepada sesama.

Pesan bupati tersebut yang diterima di Bandarlampung, Minggu (24/9), disampaikannya lewat lakon wayang Bima yang dimainkan saat menghadiri "syuroan" di Kampung Sriagung Kecamatan Padangratu dengan acara doa bersama dan wayangan semalam suntuk.

Ia mengajak masyarakat memaknai bulan Muharram dengan menjadikan diri lebih baik lagi. Dengan berbahasa Jawa, bupati yang dikenal dengan program rondanya ini juga menyampaikan sejumlah program pemerintah lewat tokoh pewayangan tersebut.

"`Ben daerah aman, kabeh kudu ronda. Dalan wis dibangun 2 kilometer nang kampung-kampung. Gaji RT, Linmas, pamong mundak 3 kali lipat`. (Biar daerah aman, semua harus ronda. Jalan sudah dibangun 2 km di kampung-kampung. Gaji RT, Linmas, pamong dinaikan 3 kali lipat," kata bupati disambut tepuk tangan warga.

Dia juga mengajak camat dan kepala kampung untuk berlomba-lomba menjadikan kampungnya yang terbaik. Pemerintah telah menyiapkan Rp1 miliar untuk kampung terbaik, Rp750 juta untuk kampung terbaik kedua dan Rp500 juta terbaik ketiga.

"Kampung sing apik, kampung sing aman, sing terang, rondane aktif, kampunge resik. Bakal oleh semiliar seko pemerintah`. (Kampung yang bagus, kampung yang aman, yang terang, rondanya aktif, kampunnya bersih, bakal dapat hadiah Rp 1 miliar)," katanya.

Sementara itu, Kepala Kampung Sriagung Yatiman mengatakan, tradisi bersih kampung berlangsung setiap tahun dalam rangka memperingati tahun baru Hijriyah atau biasa mereka sebut "syuroan". Berbagai tradisi dilaksanakan untuk mendapatkan keberkahan.

Tradisi ini bertujuan untuk memanjatkan doa agar terhindar dari mara bahaya dan malapetaka. Ada tradisi bersih kampung, pengajian, doa bersama dan menggelar berbagai kesenian Jawa sebagai hiburan.

"Kehadiran Pak Bupati semakin menambah semarak acara `syuroan` tahun ini, mudah-mudahan komunikasi seperti ini bisa terus berlangsung. Tak hanya duduk di meja, bupatinya juga mau turun," kata dia.

(ANTARA)


Editor: Samino Nugroho

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.007 seconds memory usage: 0.46 MB