Penggalangan Dana Rohingya dari Lampung

id yayasan-fatimah-az-zahra bantu rohingya

Yayasan Fatimah Az Zahra melakukan penggalangan dana untuk etnis Rohingya di Myanmar. (Foto: ANTARA Lampung/Istimewa)

...penggalangan dana untuk Rohingya ini melibatkan semua elemen sekolah baik orang tua, siswa, guru, dan karyawan dengan mengajak siswa khususnya untuk belajar berbagi dalam hal kebaikan...
Bandarlampung  (ANTARA Lampung) - Aksi solidaritas untuk korban kekerasan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar terus mendapatkan perhatian dari berbagai pihak di Lampung, salah satunya dari Yayasan Fatimah Az Zahra yang telah melakukan penggalangan dana beberapa hari lalu.

Ariani Febriliana, selaku Tim Pengembang Pendidikan (TPP) Yayasan Fatimah Az Zahra, di Bandarlampung, Rabu, (20.9) mengatakan hasil penggalangan dana untuk warga Rohingya Myanmar itu terkumpul sebesar Rp39 juta untuk disalurkan ke sana.

Dana itu berasal dari semua divisi yang ada dalam Yayasan Fatimah Az Zahra mulai dari siswa playgroup (PG), TK, TPA, Bimbel Ning`s Course, Komite SD, POMG TK, guru dan staf karyawan.

Yayasan Fatimah Az Zahra menyalurkan dana itu melalui lembaga Baitul Mal Hidayatullah (BMH).

Iqbal Hafidz Hakim SHum selaku Kepala Sekolah SD Islam Az Zahra mengatakan penggalangan dana untuk Rohingya ini melibatkan semua elemen sekolah baik orang tua, siswa, guru, dan karyawan dengan mengajak siswa khususnya untuk belajar berbagi dalam hal kebaikan.

"Kami juga mencoba untuk membuka mata siswa terhadap keadaan sosial di berbagai belahan bumi, khususnya Rohingya. Kami juga seraya mendoakan supaya kondisi di Rohingya menjadi lebih baik," katanya lagi.

Dia menyatakan, bukan dilihat dari berapa nominal materi yang terkumpul dalam penggalangan dana ini, tapi bagaimana anak belajar merespons keadaan.

General Manager BMH Perwakilan Lampung Nova Tastaftiyan mengatakan, penyaluran dana untuk Rohingya pada Oktober 2017 langsung oleh BMH Pusat.

Secara teknis, nantinya dana yang telah terkumpul melalui BMH seluruh Indonesia akan dibelanjakan bahan pokok di Bangladesh, karena tidak memungkinkan jika harus membeli bahan pokok dari Indonesia.

Menurut Nova, nantinya bantuan itu akan diberikan kepada etnis Rohingya secara langsung.

"Kami berharap ini bisa membantu saudara-saudara di Rohingya, khususnya muslim-muslimah yang kondisinya saat ini sangat memprihatinkan," katanya lagi.

Dia berharap semoga bantuan itu dapat mengurangi beban mereka dan mudah-mudahan tragedi ini bisa segera berhenti, sehingga warga Rohingya dapat menempati rumah tinggal mereka kembali dan mendapatkan perlindungan dari pemerintah dan PBB.

(ANTARA)
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar