SMP Penabur Bandarlampung tampil di PICF 2017

id festival paduan suara, musik, lagu

Tim Paduan Suara SMP Penabur Bandarlampung saat tampil di ajang Penabur International Choir Festival (PICF) 2017. (Medsos/istimewa)

Bandarlampung (Antara Lampung) - Tim paduan suara SMP Penabur Bandarlampung ikut berkompetisi dalam "Penabur International Choir Festival (PICF) 2017" yang diselenggarakan di Jakarta mulai 5- 9 September 2017.

Tim paduan suara Penabur Madhuswara Bandarlampung" ikut dalam dua kategori perlombaan, yakni untuk Gospel dan tingkat SMP, dan mendapatkan sambutan hangat atas penampilan mereka.

"Penampilan Penabur Madhuswara Bandarlampung bagus," kata Sari, salah satu pengunjung PICF 2017.

Dalam siaran persnya, BPK Penabur Jakarta menggelar Penabur International Choir Festival (PICF) 2017 yang diikuti 162 tim paduan suara dengan jumlah peserta mencapai 4.923 orang.

Tim paduan suara tersebut berasal dari 16 provinsi di Indonesia, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Bengkulu, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan  NTT, serta dua tim paduan suara dari Malaysia dan Filipina. 

Festival ini dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Sekolah Penabur International Kelapa Gading, GKI Kayu Putih, dan Kompleks PENABUR Harapan Indah. 

Kategori yang diselenggarakan dalam PICF 2017, adalah paduan suara sekolah mulai jenjang TK sampai dengan SLTA yaitu Kindergarten, Primary School, Junior High School, Senior High School. Sedangkan kategori umum yaitu Mixed Youth Choir, Folklore, Gospel & Spiritual, dan Musica Sacra.

PICF diselenggarakan dua tahun sekali dan tahun 2017 ini adalah yang ketiga kalinya.  Para uri PICF 2017 memiliki keahlian bertaraf internasional, di mana tiga juri dari Indonesia yaitu Ivan Yohan, Joseph Kristanto dan Roynaldo H. Saragih. Sementara itu, juri lain yang berasal dari enam negara ialah Albert Tay (Singapura), Dang Chau Anh (Vietnam), Dennis Gregory A Sugarol (Filipina), J?nis Liepi?ลก (Latvia), Mark O Leary (Australia), Paul Smith (UK), dan Susanna Saw (Malaysia). 

Melihat jumlah dan kualitas peserta paduan suara, kategori, standar pelaksanaan dan kualitas para juri, didiharapkan  PICF bisa menjadi barometer bagi paduan suara sekolah.
 

Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar