70 Persen Kopi Nasional Berasal Dari Lampung

id 70 persen kopi nasional berasal dari lampung, ketua umum bpp aeki, irfan anwar

Lampung dikenal dengan produksi kopinya (FOTO: Antaranews.com/Ilustrasi/Dok)

...Total produksi kopi robusta secara nasional sebesar 650 ribu ton dan 70 persennya berasal dari Lampung dan wilayah Sumbagsel," kata Irfan...
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Produksi kopi robusta secara nasional 70 persen berasal dari Lampung dan beberapa daerah lainnya di kawasan Sumatera bagian selatan seperti, Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan.

"Total produksi kopi robusta secara nasional sebesar 650 ribu ton dan 70 persennya berasal dari Lampung dan wilayah Sumbagsel," kata Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), Irfan Anwar, usai melantik Badan Pengurus Daerah (BPD) AEKI Lampung antarwaktu periode 2017-2021, di Gedung AEKI Lampung, Bandarlampung, Selasa.

Ia menyebutkan, dari total produksi 650 ribu ton sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan sisanya untuk ekspor.

Menurutnya, ekspor biji kopi robusta secara nasional sebanyak 350 hingga 400 ribu ton, dari total ekspor itu Lampung menyumbang sekitar 170 ribu ton biji kopi robusta untuk diekspor.

Produksi kopi yang cukup besar itu membuat Lampung menjadi daerah yang sangat strategis, dan dahulu pada sekitar tahun 1980-an negara lain banyak belajar di Provinsi Lampung mengenai budi daya kopi robusta.

Irfan menjelaskan, di Provinsi Lampung ada sekitar 163 ribu hektare lahan perkebunan kopi dengan 230 ribu kepala keluarga yang hidup dalam perkopian, sehingga membuat Lampung menjadi barometer yang sangat strategis untuk perkopian di Indonesia.

Ketua Umum BPP AEKI itu berharap dengan kepengurusan baru AEKI Lampung perkopian nasional dapat terus berkembang dan mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung.

"Kami mohon dukungan pemerintah daerah juga, karena di Indonesia ini produksi kopi lebih kurang 650 ribu ton, 400 ribu tonnya diproduksi di Lampung dan wilayah Sumbagsel. Ini menjadikan Lampung menjadi daerah yang strategis bagi perkopian nasional," ujar Irfan Anwar.

Ketua BPD AEKI Lampung, Juprius mengatakan, masalah-masalah klasik perkopian di Lampung seperti tingkat produktivitas kebun kopi petani Lampung yang belum maksimal, nilai tawar petani yang masih rendah dikarenakan berbagai faktor.

Selain itu, ekspor yang masih berupa bahan mentah dan mutu yang masih didominasi oleh grade yang rendah tidak dapat diatasi sendiri oleh para pelaku usaha tetapi diperlukan dorongan pemerintah daerah terutama dalam tata kelola dan tata niaga kopi daerah Lampung. (ANTARA)
Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar