Minggu, 22 Oktober 2017

Wagub Dukung Pelatihan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas

id wagub bachtiar dan disabilitas
Wagub Dukung Pelatihan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas
Pelatihan kerja berbasis Kompetensi menuju Lampung kompeten dalam mengahdapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di Aula UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Bandarlampunmg, Rabu (19/4) (ist)
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri mendukung adanya pemberian pelatihan kepada tenaga kerja berkebutuhan khusus (disabilitas) guna memperoleh pekerjaan yang layak.

"Pelatihan kerja ini dilaksanakan guna memberikan keterampilan kepada calon tenaga kerja sehingga berkompeten dibidangnya serta mampu bersaing di pasar kerja baik tingkat lokal, nasional bahkan internasional," kata dia, pada pelatihan `Kerja Berbasis Kompetensi Menuju Lampung Kompeten Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)` di Aula UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Bandarlampung, Rabu.

Selain itu, lanjutnya, dalam kegiatan pelatihan ini juga diikutsertakan para penyandang disabilitas sebagai upaya pemenuhan hak yang sama untuk memiliki pekerjaan yang layak.

"Adanya para disabilitas merupakan hal yang bagus, karena setiap manusia memiliki hak untuk hidup layak serta memperoleh pekerjaan yang layak," katanya.

Bactiar menjelaskan dalam melakukan pelatihan perlunya suatu inovasi dan kreativitas untuk menciptakan tenaga kerja yang lebih kompeten untuk bersaing di pasar kerja serta menciptakan lapangan kerja seperti dibidang pertanian dengan mendirikan kebun bibit.

"Jangan pernah berpikir bahwa lapangan pekerjaan hanya ada di pemerintahan. Untuk itu, jangan pernah memandang rendah suatu pekerjaan, dengan menilai bahwa pekerjaan tersebut tidak menghasilkan apapun," jelasnya.

Bachtiar berharap melalui pelatihan ini, para peserta mampu ditampung di perusahaan, bukan hanya magang tetapi juga turut membantu perusahaan tersebut.

Selain itu, para peserta diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru. Karen itu, ia mengimbau dukungan pemangku kepentingan terkait bersama-sama jajaran Pemerintah Provinsi Lampung dapat membantu para tenaga kerja dalam memperoleh pekerjaan yang layak.

"Tenaga kerja di Lampung saat ini sudah cukup banyak dan memiliki kemampuan. Maka dari itu, perusahaan di Lampung harus menggunakan pekerja yang berasal dari daerahnya serta memberikan gaji yang layak berdasarkan peraturan perundang-undangan. Sehubungan dengan adanya MEA, saya yakin tenaga kerja Indonesia khususnya pekerja dari Lampung lebih mudah untuk menyesuaikan diri," tambahnya.

Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung Sumiarti Somad menambahkan BLK Bandarlampung bekerjasama dengan Kementerian Sosial melalui Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa (BBRVBD) Cibinong melakukan pelatihan kepada 16 tenaga kerja berkebutuhan khusus bersama dengan peserta lainnya.

"Hal ini dilakukan dalam rangka memberi kesempatan kepada disabilitas untuk memiliki keterampilan dan kemampuan sehingga mampu bersaing di pasar kerja," jelasnya.

Selain itu, pelatihan angkatan I tahun 2017 diikuti oleh 496 peserta dari 4 (empat) BLK yaitu BLK Bandarlampung, BLK Metro, BLK Way Abung dan BLK Kalianda.

Kejuruan yang mengikuti pelatihan ini diantaranya teknik manufaktur, teknik las, otomotif, listrik, elektronika, mesin pendingin (AC), bangunan, teknologi informasi, menjahit, kecantikan, pariwisata/perhotelan dan industri kreatif.

Weny Setiadi selaku pimpinan PT. Lambang Jaya berharap melalui kegiatan ini mampu menciptakan kader tenaga kerja yang siap direkrut pabrik atau perusahaan.

"Dari pada mengambil tenaga kerja dari luar, lebih baik memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di BLK," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penantanganan nota kesepahaman antara BPJS dan Pemerintah Provinsi Lampung tentang Pelaksanaan Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Peserta Pelatihan UPTD Balai Latihan Kerja Bandar lampung dan Kecelakaan Kerja.   (Ant)
 

Editor: Samino Nugroho

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0994 seconds memory usage: 0.48 MB