Walhi Lampung Ingatkan Warga Jaga Bantaran Sungai

id Walhi Tanam Pohon Penghijauan, Penanaman Pohon DAS Lampung Tengah, Walhi Lampung Tanam Pohon, Walhi Lampung

Penanaman pohon penghijauan di DAS Way Seputih, Kampung Pekandangan, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (16/4).(FOTO: ANTARA Lampung/Ist)

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Daerah Lampung mengingatkan warga untuk menjaga bantaran sungai agar tidak banjir dan longsor.

Direktur Eksekutif Walhi Lampung Hendrawan di Bandarlampung, Minggu (16/4), mengingatkan sejumlah wilayah sekitar bandaran sungai pada berbagai daerah di Lampung termasuk di Kabupaten Lampung Tengah rawan terjadi banjir dan longsor karena lingkungan sekitar kurang terjaga dengan baik.

Karena itu, Walhi mengajak masyarakat sekitar bersama sejumlah elemen peduli lingkungan untuk menjaga kawasan bantaran sungai tersebut.

Berkaitan upaya itu, sekaligus untuk menyongsong Hari Bumi 2017, Walhi Lampung menggandeng warga dan berbagai pihak untuk melakukan penanaman pohon pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Seputih di Kabupaten Lampung Tengah.

Menurut Irfan Tri Musri, Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Lampung, menjelang peringatan Hari Bumi Sedunia yang jatuh setiap tanggal 22 April itu, Walhi Lampung bekerja sama dengan Tim 10 Pemuda Karang Taruna Kampung Konservasi Pekandangan, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah menggelar kegiatan penanaman 1.000 bibit pohon di bantaran DAS Way Seputih, Minggu (16/4).

Kegiatan bertema "Tanam Sekarang atau Bencana akan Datang" tersebut diikuti oleh 150-an peserta yang terdiri dari Walhi Lampung dan anggota (Wanacala, Poltapala Polinela, Mapala Ardenaswari, Mapala AKL Poltekkes) serta jaringan Walhi Lampung (YKWS, Jaringan Perempuan Padmarini, Sispala Lingkar Generasi Hijau SMA Maarif Sukatani).

Kegiatan itu, kata Irfan lagi, didukung oleh aparatur Kampung Konservasi Pekandangan dan diikuti pula oleh Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Selagai Lingga, Pemuda Karang Taruna, Tapak Suci, Banser, dan masyarakat sekitar dengan menanam bibit aren dan bambu betung yang merupakan tanaman konservasi air yang juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar DAS Way Seputih.

Penanaman bibit pohon sepanjang empat kilometer tersebut berfungsi mencegah abrasi dan mendukung pemulihan bantaran sungai, menghijaukan kawasan itu setelah terjadi banjir bandang 21 Februari 2017 karena hujan deras, katanya pula.

Hendrawan mengutarakan harapan agar kegiatan ini mampu memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk menjaga dan melakukan konservasi di wilayah bantaran sungai.

"Kegiatan ini juga harapannya akan mengingatkan peran pemerintah dalam upaya konservasi lingkungan dengan mengeluarkan kebijakan yang mendukung aksi pelestarian alam," katanya pula.

Kepala Kampung Konservasi Pekandangan Ade Ma`mun mengatakan bahwa bambu betung merupakan bahan bangunan, tanaman konservasi air, sekaligus bahan pangan. Sedangkan aren merupakan bahan baku gula aren, produk unggulan masyarakat.

Karena itu, dia mengharapkan agar masyarakat selalu menjaga kelestarian lingkungan dan merawat bibit yang telah mereka tanam.

"Mulai 1992 terjadi banjir bandang dan longsor di daerah ini, karena curah hujan tinggi dan karakteristik tanah lempung berpasir. Pada 2012, banjir menghanyutkan empat jembatan gantung yang menghubungkan antara Kampung Konservasi Pekandangan ke kampung induk Lingga Pura," kata Ade lagi.

Dia menyatakan pula pada 21 Februari 2017, banjir yang terjadi sangat besar tapi tidak membawa material, sehingga tidak merusak jembatan yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya. Karena itu, dia berharap upaya konservasi kawasan DAS setempat selanjutnya dapat mencegah banjir dan bencana alam di wilayah ini.
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar