Minggu, 22 Oktober 2017

Kenapa investasi ke Indonesia lebih sedikit?

id Investasi, tol,properti
Kenapa investasi ke Indonesia lebih sedikit?
Pasar properti di Lampung juga lesu pada awal 2017 (ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)
Jakarta (Antara Lampung) - Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia perlu melakukan introspeksi dan pembenahan dalam memberikan kemudahan bisnis untuk meningkatkan jumlah investasi dari negara lain termasuk Arab Saudi, yang masih kurang signifikan.


"Tetapi apapun, memang investasi di Tiongkok lebih besar. Itu harus menjadi instrospeksi kita, koreksi kita, mengapa kita tidak bisa meraih dengan jumlah yang lebih besar," kata Jokowi usai meresmikan Masjid Hasyim Ashari di Jakarta, Sabtu, terkait nilai investasi Arab Saudi di Indonesia.


Sebelumnya, Jokowi menyampaikan bahwa Arab Saudi, saat Raja Salman mengunjungi Indonesia, sepakat menanamkan modalnya di Indonesia sebesar Rp89 triliun. Jumlah itu dinilai kurang signifikan bila dibanding investasi Arab Saudi di China yang hampir mencapai Rp870 triliun.


Kendati demikian, Presiden menjelaskan hal itu akan menjadi masukan bagi Indonesia untuk membenahi kemudahan berbisnis dan kepastian hukum bagi investor di Tanah Air.


"Kalau kita sudah siap, investasi kita gede-gede, kalau ada keyakinan ya pasti akan lebih gede di tempat kita dibanding negara lain," tegas Jokowi.


Saat mengunjungi Pondok Buntet Pesantren pada Kamis (13/4) untuk menghadiri Haul Al-Marhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren 2017, Presiden menceritakan beberapa hal yang dibahas dengan Raja Salman.


Selain itu, Jokowi juga menjelaskan bahwa negara-negara lain terkejut oleh luas dan kekayaan sumber daya alam serta suku-budaya di Indonesia. ***2***

ANTARA

Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0088 seconds memory usage: 0.46 MB