Kamis, 19 Oktober 2017

Mutu sapi baik, harga daging tetap tinggi

id daging sapi, sapi, peternakan sapi
Mutu sapi baik, harga daging tetap tinggi
Salah satu perusahaan penggemukan sapi di Lampung (FOTO: ANTARA Lampung)
Bandarlampung (Antara Lampung)- Sejumlah pedagang di Kota Bandarlampung menyebutkan mutu sapi impor hasil penggemukan pada awal April semakin baik, namun harga eceran daging sapi tetap bertahan tinggi
 seperti bulan lalu. 
     
"Sekarang kualitas sapi sudah baik, tidak lagi terlalu gemuk. Pembeli umumnya menginginkan daging sedikit lemak," kata Andre, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Lelang Bandarlampung, Senin.
     
Meski mutu sapi membaik, namun harga eceran daging tak naik, karena tidak ada kenaikan harga sapi dari pihak perusahaan penggemukan sapi. 
    
Ia menyebutkan harga sapi di tempat penggemukan sekitar Rp43.700 - Rp45 ribu/kg sehingga harga eceran daging sapi mencapai Rp120 ribu - Rp130 ribu/kg.
    
Namun, ia memperkirakan harga daging sapi naik menjelang bulan puasa
.
    
Para pedagang daging sapi sebelumnya mengeluhkan kualitas ternak sapi hasil penggemukan di Provinsi Lampung, yakni terlalu gemuk sehingga dagingnya banyak mengandung lemak.  
    
Setelah diprotes, kini para pedagang bisa mendapatkan sapi bermutu baik dari perusahaan penggemukan.  
    
Di perusahaan penggemukan (feedloter), harga sapi umumnya  Rp44 ribu/kg untuk sapi jantan, sedangkan sapi betina 
    
Di Lampung terdapat 11 "feedloter" dengan kapasitas kandang 117.700 ekor. Sapi impor yang digemukkan di Lampung umumnya didatangkan dari Australia melalui Pelabuhan Panjang Bandarlampung.
    
Setelah digemukkan, sapi-sapi itu kemudian dikirimkan ke sejumlah wilayah, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan sejumlah daerah lain di Jawa Barat.
    
Selain itu, Lampung bertekad menjadi lumbung ternak nasional.
    
Provinsi Lampung bersama Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat saat ini tercatat sebagai lumbung ternak nasional.

ANTARA

Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0079 seconds memory usage: 0.46 MB