Perairan Bintan tercemar, Lantamal IV lakukan penyelidikan

id TNI, Lantamal IV, TNI AL

Perairan Bintan tercemar, Lantamal IV lakukan penyelidikan

Dua kapal perang TNI AL sedang melakukan latihan manuver/file (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Tanjungpinang (Antara Lampung) - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV/Tanjungpinang Laksamana Pertama S Irawan memerintahkan Tim Western Fleet Quick Response untuk menyelidiki limbah yang mencemari perairan Bintan dan Batam, Kepulauan Riau.
        
"Tim khusus ini mulai bekerja Minggu (22/1)," kata Irawan, di Tanjungpinang, Senin.
        
Dia mengatakan penyelidikan dilakukan setelah Lantamal IV/Tanjungpinang menerima laporan dari warga bahwa gumpalan minyak yang menyerupai aspal mencemari perairan sekitar Lagoi, Bintan dan Nongsa, Batam.
         
"Kami merespons laporan limbah mengotori Pantai Lagoi dan Nonga pada 18-19 Januari 2017," ujarnya.
         
Irawan mengatakan setiap tahun saat musim angin utara (November-Januari) sejumlah kawasan pesisir seperti Pantai Trikora dan Lagoi, serta Nongsa Batam dicemari limbah  limbah minyak hitam baik sudah menggumpal maupun dalam bentuk cairan.
         
Ia menduga limbah itu berasal dari kapal-kapal yang melintas di utara Perairan Tanjung Berakit dan Perairan  Lagoi. Selain itu, ia mensinyalir kapal yang sedang lego jangkar di East OPL juga membuang limbah tersebut di perairan.
        
"Limbah tersebut terbawa arus dan angin ke arah selatan menuju ke Perairan Lagoi mengingat pengaruh arus dan angin cenderung bergerak ke selatan," katanya.
        
Dia menjelaskan Lantamal IV/Tanjungpinang berkoordinasi dengan instansi terkait dalam menyelidiki permasalahan yang sudah terjadi sejak lama.
        
"Kami berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya dalam melaksanakan kegiatan patroli dan pengawasan di area sektor East OPL guna menindak tegas kapal-kapal yang melakukan kegiatan pembuangan limbah secara sembarangan,¿ tegasnya.
        
Menurut dia, penanganan kasus ini harus dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi, dengan melibatkan seluruh institusi terkait di Kepri.
        
Selain memperoleh informasi dari nelayan, Irawan menambahkan  Lantamal IV menggunakan pesawat AIS, drone dan patroli keamanan laut untuk memantau kawasan yang tercemar.
       
"Saya sudah memerintahkan jajaran Lantamal IV khususnya unsur Kapal AL dan Patroli Keamanan Laut di bawah kendali operasional Satuan Keamanan Laut dan Lanal Batam untuk mengintensifkan kegiatan patroli di sekitar perairan utara Batam dan Bintan. Apabila ditemukan ada kapal yang sengaja membuang limbah segera dihentikan dan diperiksa," tegasnya.
        
Dia menjelaskan limbah menyebabkan ekosistem di perairan terancam. Akibatnya, nelayan kesulitan menangkap ikan.
         
Selain itu, Lagoi yang menjadi pusat pariwisata internasional di Bintan juga merasa terganggu lantaran banyak menemukan kotoran di pasir putih.
        
"Beberapa hari yang lalu telah dilaksanakan pembersihan limbah minyak oleh masing-masing pengelola resor di sekitar Pantai Lagoi, sehingga saat ini kondisi pantai sudah terlihat relatif lebih bersih tetapin masih terdapat sampah dan noda hitam sisa limbah minyak di sekitar pasir  pantai," katanya.

ANTARA