Almarhum minta istrinya menjaga kedua anaknya

id heli TNI jatuh di Tarakan, pesawat jatuh, TNI

Almarhum minta istrinya menjaga kedua anaknya

Helikopter militer Indonesia/ ilustrasi (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Bekasi (Antara Lampung) - Seorang warga Kota Bekasi, Jawa Barat, menjadi korban peristiwa jatuhnya helikopter Bell 412 milik TNI Angkatan Darat di Kalimantan Utara, Kamis (24/11).
         
Warga tersebut adalah Sertu Bayu Sadeli Putra (28) yang berprofesi sebagai mekanik helikopter.
         
Bayu tercatat sebagai warga Kampung Lokomotif, RT 004/RW 05, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.
         
Istri dari Sertu Bayu Sadeli Putra, Rahmita Dewi (28) mengatakan almarhum sempat menghubunginya pada pekan lalu melalui layanan media sosial Blackberry Messenger (BBM).
         
"Almarhum meminta maaf kepada saya dan berpesan untuk menjaga kedua anaknya Bara Alimsyah (5) dan Rayihan Artarsyah (4 bulan)," katanya.
         
Selain itu, Bayu juga meminta istrinya untuk mengirimkan foto beserta dokumen lengkap semasa almarhum bertugas melalui BBM.
         
"Saya sendiri belum tahu maksudnya meminta foto dan dokumen untuk apa," katanya.
         
Dikatakan Dewi, Bayu meninggalkan rumah pada Juli 2016 ketika putra keduanya lahir.
         
"Suami saya hanya dua minggu ada di rumah karena harus kembali bertugas di Tanjung Redep, Kalimantan Timur," katanya.
         
Saat ini keluarga masih menunggu informasi lanjutan dan meminta agar almarhum dikebumikan di tempat kelahirannya di Dumai Provinsi Riau.    
    
Sertu Bayu Sadeli Putra merupakan lulusan Pusat Pendidikan Penerbangan Semarang angkatan tahun 2008.
         
Pria kelahiran 11 Agustus 1988 tersebut dinyatakan tewas setelah helikopter yang dinaikinya hilang kontak di Malinau Tower di ketinggian 2.500 kaki.
         
Sementara itu, suasana rumah duka nampak di datangi sejumlah keluarga, kerabat dan tetangga.
 



Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar