Bupati Mustafa Siapkan Pertemuan Naikkan Harga Singkong

id Bupati Lampung Tengah Sidak Pabrik Singkong, Bupati Mustafa, Lampung Tengah, Harga Singkong, Singkong Lampung

Bupati Lampung Tengah Mustafa saat sidak ke sejumlah perusahaan tapioka, untuk mengetahui faktor kenaikan singkong di tingkat pabrik. (FOTO: ANTARA Lampung/Ist)

Lampung Tengah (ANTARA Lampung) - Bupati Lampung Tengah Mustafa menyiapkan pertemuan dengan para petani singkong dan perusahaan tapioka di kabupaten ini guna menaikkan harga singkong.

Menurut Bupati Mustafa, di Lampung Tengah, Sabtu, dalam pertemuan diagendakan Minggu (30/10), para petani singkong dan perusahaan-perusahaan tapioka yang ada di Lampung Tengah diminta membuat kesepakatan untuk menaikkan harga singkong.

"Ini sebagai tindak lanjut dari hasil pertemuan kami dengan Menteri Perdagangan sebelumnya. Perusahaan-perusahaan tapioka sudah kami minta agar segera menaikkan harga. Alhamdulillah, mereka menyambut positif dan siap membuat kesepakatan agar singkong dinaikkan harganya," ujar Mustafa lagi.

Dalam pertemuan itu, rencananya akan dilakukan penandatanganan kontrak atau MoU yang menyatakan bahwa perusahaan siap menaikkan harga singkong.

Diharapkan, dengan penandatanganan kontrak ini, per Senin (31/10), harga singkong di Lampung Tengah resmi naik.

Mustafa berharap kenaikan tersebut dapat sedikit membantu petani mengatasi anjlok harga singkong yang terus terjadi saat ini.

"Kesepakatan ini mudah-mudahan bisa meredam jeritan petani singkong. Yang jelas kami akan terus dorong agar harga singkong naik secara bertahap," ujarnya tanpa menyebutkan kisaran kenaikan harga singkong itu.

Perjuangan menaikkan harga singkong dilakukan Mustafa dengan melakukan rangkaian panjang mulai dari melakukan sidak ke pabrik-pabrik tapioka di Lampung Tengah, menyurati Presiden Jokowi meminta pemerintah menghentikan impor dan menaikkan harga singkong, hingga mendampingi langsung para petani menemui Mendag di Jakarta.

"Eksekusinya kami panggil pabrik-pabrik tapioka di Lampung Tengah dan kami minta langsung agar mereka menaikkan harga singkong. Kami juga minta kepada perusahaan agar bijak menentukan besar potongan ongkos cabut dan muatan singkong. Jangan bikin petani semakin menderita," kata Mustafa lagi.

Saat ini harga singkong anjlok berkisar Rp450 hingga Rp550 per kg dari harga sebelumnya Rp1.200 per kg. Kondisi itu membuat petani singkong di Lampung Tengah menjerit.

Anjloknya harga singkong itu menjadi pukulan tersendiri bagi petani, mengingat Lampung Tengah merupakan penghasil singkong terbesar di Provinsi Lampung, dan daerah Lampung merupakan produsen singkong terbesar di Indonesia.

Penanaman singkong di Lampung Tengah mencapai 79.805 hektare dengan total produksi 2,4 juta ton. Anjloknya harga singkong dari semula Rp1.200/kg menjadi Rp450/kg di tingkat petani, dinilai sangat merugikan petani Lampung Tengah.

Mustafa menyebutkan sedikitnya petani telah kehilangan pendapatan Rp1,2 triliun per tahun sebagai akibat anjlok harga singkong itu.
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar