Logo Header Antaranews Lampung

Pelebaran Jalan Gajah Mada Selesai Desember 2016

Rabu, 12 Oktober 2016 06:10 WIB
Image Print
Wali Kota Bandarlampung Herman HN (tengah) saat meninjau pelebaran Jalan Gajah Mada, Selasa (11/10) (FOTO: ANTARA Lampung/Kominfo Bandarlampung)
...Awal Desember sudah mulai rapih dan Jalan Gajah Mada sudah bisa lebar dan bisa mengurai kemacetan yang sering dikeluhkan masyarakat, katanya...

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Wali Kota Bandarlampung Herman HN menyatakan, pelebaran Jalan Gajah Mada akan selesai pada Desember 2016 sehingga di awal tahun bisa digunakan oleh warga.

"Pelebaran jalan yang dimulai dari Jalan Gajah Mada hingga Jalan Juanda, nantinya akan diciptakan titik putaran arah untuk memudahkan warga berbalik arah," kata dia di Bandarlampung, Selasa (11/10).

Ia mengatakan, putaran balik nantinya akan dibuat tiga titik salah satunya ada di bawah Jalan layang Gajah Mada-Antasari.

Ia melanjutkan, telah meminta pekerja atau pihak ketiga untuk mempercepat pembangunan agar jalan segera bisa dipakai dan bisa mengurai kemacetan.

"Awal Desember sudah mulai rapih dan Jalan Gajah Mada sudah bisa lebar dan bisa mengurai kemacetan yang sering dikeluhkan masyarakat," kata dia.

Untuk Jalan layang Gajah Mada-Antasari, ditargetkan selesai di bulan Desember 2016 berbarengan dengan pelebaran jalan.

Sementara itu, Manager Lapangan Pembangunan Jalan layang Gajah Mada-Antasari, Rosyidin mengatakan, saat ini pembangunannya sudah mencapai 60 persen.

"Pencapaian pembangunan sudah mencapai 60 persen dan kita optimistis akhir bulan Desember sudah selesai sehingga bisa digunakan masyarakat luas," kata dia.

Ia mengatakan, untuk pekerjaan pelebaran jalan dipastikan pertengahan bulan Desember sudah bisa rampung seluruhnya.

"Memang kalau dari gambaran akhir bulan Desember selesai dan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan progres pelebaran jalan tersebut," katanya.

Sementara sejumlah warga mengharapkan Pemerintah Kota Bandarlampung memikirkan bagaimana mengurai kemacetan di Jalan Sultan Agung, tepatnya di dekat Mall Boemi Kedaton dan perlintasan kereta api.

"Di sana sebenarnya lebih parah dibandingkan di Jalan Gajah Mada. Sebab, pertigaan sebelum ke Jalan Sultan Agung adalah Jalan Teuku Umar dan Jalan ZA Pagar Alam yang merupakan jalan protokol menuju arah bandara," kata Sahidi, warga Bandarlampung.

Semestinya, lanjut dia, di sana dibuatkan jalan layang. Apalagi kendaraan yang akan menuju mall tersebut berputar di Jalan Sultan Agung beberapa meter sebelum rel. Itu cukup sering membuat kemacetan.(Ant)



Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026