Peselancar Australia ditimpa ikan lumba-lumba

id Peselancar, ikan lumba-lumba

Peselancar Australia ditimpa ikan lumba-lumba

Seorang peselancar di Western Australia (WA) "terkejut" ketika ia ditimpa ikan lumba-lumba saat ia berusaha meniti ombak (stuff.co.nz)

Melbourne (Antara/Xinhua-OANA) - Seorang peselancar di Western Australia (WA) "terkejut" ketika ia ditimpa ikan lumba-lumba saat ia berusaha meniti ombak.
        
Jed Gradisen, juara selancar Negara Bagian WA di bawah usia 14 tahun, sedang berselancar di lepas pantai Kalbarri, 570 kilometer di sebelah utara Perth, ketika ikan lumba-lumba yang melompat menabrak dia.
        
Rekaman mengenai kejadian tersebut, yang diposting daring oleh ayah Gradisen, memperlihatkan ikan lumba-lumba hidung botol yang berenang di belakang putranya dan melompat ke udara dengan sudut yang tepat untuk jatuh menimpa Gradisen --yang berusia 13 tahun.
        
"Saya melihatnya datang. Saya merasa 'Ya, Tuhan, mereka datang langsung ke arah saya', sehingga saya merasa ingin keluar air dan ia melompat langsung ke saya," kata Gradisen kepada Fairfax Media di dalam komentar yang disiarkan pada Senin.
        
"Ikan itu melompat ke luar air dan saya melompat dari papan selancar saya untuk berusaha menyingkir," kata Gradisen, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam. "Dolphin tersebut mendarat di tubuh saya, pundak dan bagian belakang tubuh saya. Ikan lumba-lumba itu bereaksi, saya benar-benar berfikir, benar-benar kaget, sangat kaget."
   
"Hidung menabrak papan selancar saya, tentunya hidungnya sakit. Ikan tersebut memercikkan air di sekitar saya dan ia benar-benar tidak tahu apa yang harus dikerjakan."
   
Meskipun ikan lumba-lumba hidung botol biasanya memiliki berat 150 sampai 650 kilogram, Gradisen selamat dalam kecelakaan itu tanpa cedera dan memandang rangkaian kejadian tersebut sebagai kecelakaan yang tidak menguntungkan.
        
"Saya takkan bermimpi mengenai kejadian seperti itu. Saya kira itu adalah kecelakaan. Itu cuma peristiwa yang mengejutkan," katanya.

 
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar