Menaker: Industri batik serap ratusan ribu naker

id batik pekalongan, menteri tenaga kerja, hanif dhakiri

Ilustrasi Pekerja mencanting kain batik Pekalongan di kawasan Desa Gamer, Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (4/6). (ANTARA FOTO/Pradita Utama)

...Dibutuhkan kreativitas, inovasi dan efisiensi produksi agar batik Indonesia tetap memiliki daya saing dan tetap bisa memikat hati dari pecinta batik sebagai kerajinan khas Indonesia di mata Internasional, kata Hanif...
Jakarta (ANTARA Lampung) - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan industri batik menyerap ratusan ribu tenaga kerja sehingga diharapkan batik Indonesia mampu bersaing terutama dalam kerja sama Masyarakat Ekonomi ASEAN.

"Pemberlakukan MEA yang memperlancar arus barang, jasa, modal serta investasi di kawasan ASEAN menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri batik Indonesia dalam memasarkan produk-produknya," kata Menaker Hanif seusai menerima Walikota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa.

MEA memberikan peluang perluasan pasar bagi produk-produk unggulan Indonesia, termasuk produk industri batik yang terus berkembang dalam beberapa tahun belakangan.

Menaker berharap industri batik tersebut dapat meningkatkan daya saing dan kreatifitas untuk menghadapi kompetisi dan bersaing secara global.

"Dibutuhkan kreativitas, inovasi dan efisiensi produksi agar batik Indonesia tetap memiliki daya saing dan tetap bisa memikat hati dari pecinta batik sebagai kerajinan khas Indonesia di mata Internasional," kata Hanif.

Batik Indonesia sudah mendapatkan pengakuan dunia pada tanggal 2 Oktober 2009 oleh UNESCO yang mengukuhkan batik sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity asal Indonesia.

Oleh karena itu, Hanif mengajak para pelaku indutri batik terus mempertahankan dan mengembangkan usahanya karena selain merupakan warisan tradisi budaya nusantara, industri batik baik yang bersifat tradisonal ataupun modern mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Batik menyerap puluhan bahkan ratusan ribu tenaga kerja yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari hulu sampai ke hilir. Dari pengusahanya, UMKM, para pengrajinnya, sampai pada karyawan dan penjualnya. Itu menyerap tenaga kerja yang jumlahnya sangat besar," kata Hanif.

Sementara itu, Walikota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid meminta dukungan dan perhatian dari pemerintah pusat terhadap perkembangan batik terutama batik Pekalongan yang menjadi salah satu basis batik nusantara.

Selama ini, ia menyebut pertumbuhan industri batik juga ditopang antusiasme masyarakat untuk menggunakan batik, baik dari pegawai pemerintahan, BUMN ataupun swasta serta masyarakat secara luas sehingga meningkatkan permintaan produk batik yang mendorong tumbuhnya industri batik nasional. (Ant)

Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar