Dosen UBL Eksplorasi ke Pelosok Kabupaten Waykanan

id Dosen UBL Eksplorasi Waykanan, Eksplorasi Waykanan, Kabupaten Waykanan, Dosen UBL

Tim dosen UBL saat eksplorasi sejumlah objek di Kabupaten Waykanan, Lampung. (FOTO: ANTARA Lampung/Ist)

"Penitikberatan penelitian yang kami perdalami ini berupa langkah monitoring dan evaluasi terhadap baku mutu air domestik mulai dari kelayakan dan kondisi infrastrukturnya," ujarnya pula.
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Dosen Fakultas Teknik Universitas Bandarlampung (FT UBL) Dr Ir Hery Riyanto MT dengan basis keilmuan mengeksplorasi penelitian lapangan tentang pengadaan air baku di Kecamatan Kasui, Kabupaten Waykanan.

Menurut Hery, di Bandarlampung, Rabu, bersama 5 peneliti lainnya yang merupakan akademisi dan praktisi di bidang teknik sipil konstruksi se-Lampung, melakukan eksplorasi ke salah satu titik sentral di Kabupaten Waykanan itu untuk tetap mempertahankan, melestarikan, menjaga, dan memastikan persediaan sumber air baku untuk keperluan masyarakat Waykanan khususnya masyarakat di Kecamatan Kasui.

"Harus diakui peran hutan di Bukit Punggur menjadi sangat penting karena merupakan tempat cadangan air saat musim kemarau. Sesuai tugas kami, perlu terjun ke lapangan dalam meriset dan mengobservasi area cadangan air ini sebagai pusat kegiatan yang berpotensi sebagai sumber air baku. Selain itu, tim juga memeriksa infrastruktur yang ada untuk mengalirkan air baku dari intake, reservoir dan jaringan pipa ke masyarakat," ujarnya pula.

Menurutnya, ada potensi lain yang dapat diambil selain mendapatkan air baku, yaitu potensi pembangkit listrik minihidro dengan menggunakan kincir air sebagai penggerak dinamo listrik untuk kebutuhan rumah tangga warga sekitar.

Dia menyatakan, sekitar bantaran sungai juga dapat dibuat kolam ikan untuk ternak ikan mas atau ikan lele yang akan meningkatkan pendapatan masyarakat Kecamatan Kasui.

Selain itu, berdasarkan tugas pokok dan fungsi akademisi sebagai impelementasi teknis dari Tridharma Perguruan Tinggi, terutama dharma kedua dan ketiga tentang penelitian serta pengabdian masyarakat.

Dia menegaskan, aplikasi teknis dari eksplorasi penelitian lapangan itu, juga sesuai dengan Undang Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.

Hery menyampaikan beberapa catatan yang harus diperhatikan setelah tim melakukan eksplorasi. Pertama, sungai di daerah hulu dari bangunan penangkap air atau intake, menunjukkan telah terjadi pengendapan oleh material pasir dan batu kerikil sehingga terjadi pendangkalan sungai.

Pengelola air baku, yaitu Pemerintah Kabupaten Waykanan, secara rutin melakukan pengerukan endapan yang terjadi di hulu bangunan intake, katanya pula.

Kedua, jaringan pipa ke penduduk di Kecamatan Kasui dapat ditambah, sehingga akan menambah pendapatan bagi pengelola air baku.

"Ketiga, masyarakat Kecamatan Kasui dan membuat industri kemasan air minum karena kualitas air sangat baik. Hasil eksplorasi penelitian ini juga memastikan sarana dan prasarana serta kualitas air baku untuk air bersih, seperti dimaksud peraturan itu bisa terlaksana dengan baik," ujar dia lagi.

Hery yang juga Wakil Rektor I Bidang Akademik UBL menambahkan pentingnya eksplorasi peneltian ke wilayah yang jarang terekspose luas ini, karena sejak tahun 2000 sampai dengan 2010 berdasarkan fungsional tata wilayah di daerah tersebut.

"Penitikberatan penelitian yang kami perdalami ini berupa langkah monitoring dan evaluasi terhadap baku mutu air domestik mulai dari kelayakan dan kondisi infrastrukturnya," ujarnya pula.

Dosen Teknik Sipil UBL itu menambahkan, rombongan peneliti dan penjelajah juga singgah meneliti kawasan hutan lindung Register 24, KPHP Bukit Punggur, Waykanan. "Eksplorasi ini juga untuk melihat ketersediaan kekayaan sumber daya airnya," kata dia.

Rektor UBL Dr Ir M Yusuf S Barusman MBA sangat mengapresiasi peran Hery Riyanto sebagai dosen dalam kapasitasnya sebagai akademisi maupun praktisi dalam eksplorasi penelitian lapangan di Kabupaten Waykanan tersebut.

"Langkah ini juga terbukti mampu menjalin hubungan lebih harmonis akademisi-praktisi dengan relasi dari pemerintah daerah maupun berbagai instansi terkait. Saya mengapresiasi kinerja para akademisi-praktisi, khususnya para duta UBL yang senantiasa berkontribusi melalui berbagai usaha penelitan dan pengabdian di masyarakat," katanya lagi.
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar