Tim FT UBL Eksplorasi Pulau Tanjung Tikus

id UBL Eksplorasi Tanjung Tikus, Pulau Tanjung Tikus, Tim Eksplorasi FT UBL

Pulau Tanjung Tikus dipotret lewat drone oleh Tim FT UBL. (FOTO: ANTARA Lampung/Ist-Dok UBL)

Hery menyampaikan upaya pihaknya untuk memperkenalkan objek wisata yang masih jarang dikunjungi khalayak, dengan berbagai objeknya tampak saat foto udara melalui penerbangan pesawat tanpa awak (drone).
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Tim Ekspedisi Fakultas Teknik Univeristas Bandarlampung (FT UBL) mendukung potensi kearifan lokal wilayah hingga lingkungan sekitar melalui wisata edukasi dengan mengeksplorasi Pulau Tanjung Tikus.

Menurut ketua rombongan Wakil Rektor I Bidang Akademik UBL Dr Ir Hery Riyanto MT, di Bandarlampung, Senin, tim ekspedisi itu berkesempatan berkunjung serta mengeksplorasi salah satu potensi destinasi wisata bahari di Lampung berdekatan dengan Teluk Lampung di Kabupaten Pesawaran akhir pekan lalu.

Hery menyampaikan upaya pihaknya untuk memperkenalkan objek wisata yang masih jarang dikunjungi khalayak, dengan berbagai objeknya tampak saat foto udara melalui penerbangan pesawat tanpa awak (drone).

Tetapi, langkah rombongan tersebut juga ingin membawa peringatan bahwa peran akademisi diperlukan untuk membuka mata, telinga, perasaan dan pikiran berbagai pihak yang kurang bertanggungjawab untuk menghentikan eksploitasi lingkungan serta sumber daya alam secara berlebihan.

"Lewat destinasi ini, kami ingin memperkenalkan potensi pulau ini baik pantai, laut, teluk, tebing hingga kehidupannya masyarakat agar dinikmati dan dilestarikan. Potensi wisata yang ada jangan dirusak dengan berbagai upaya penjajahan dari agroekonomi wilayahnya. Itulah pentingnya langkah kami untuk mencegah hal itu," katanya lagi.

Dalam kunjungan itu, Hery Riyanto didampingi Dekan FT UBL UBL Dr Eng Fritz Akhmad Nuzir ST dan beberapa mahasiswa, ditemani tokoh masyarakat serta pejabat sekitar.

Selain itu, Fritz Akhmad Nuzir menjelaskan eksplorasi tim ekspedisi FT UBL ini juga bertujuan ingin mengetahui keadaan pengembangan wilayah yang telah dilakukan berbagai pihak terkait.

"Kami datang sebagai akademisi yang melakukan perjalanan alam. Ini didasari pengabdian kami sebagai kaum intelektual terutama untuk lebih peduli pada alam sekitar," ujarnya lagi.

Apalagi langkah ini juga didukung penjabaran aplikasi dalam penerapan Tridarma Perguruan Tinggi, terutama penelitian dan pengabdian masyarakat (PPM). "Hal ini sesuai penerapan peran perguruan tinggi berbasis keilmuan kami agar dapat mengobservasi dalam penentuan potensi sumber daya alam maupun memetakan jenis, proses dan tata cara eksplorasi di wilayah yang besar, terutama menimalkan kerusakan alam," katanya lagi.

Sedangkan Rektor UBL Dr Ir M Yusuf S Barusman MBA sangat mengapresiasi langkah eksplorasi tim FT UBL yang berjumlah 8 orang tersebut. Baginya langkah ini sebagai bentuk UBL dalam menyikapi transformasi peradaban.

"Langkah ini bukti sivitas akademika UBL terbuka wawasannya terhadap kajian lapangan terhadap potensi wilayah di Lampung. Upaya ini dapat membuka wawasan eksplorasi ilmu kita lebih luas, akan membuat kita lebih bijak, toleran, dan arif bijaksana terhadap segala sesuatu di alam yang diberikan Tuhan. Dengan ilmu itu, kita bisa menerima perubahan tanpa merusaknya," katanya pula.

Melalui eksplorasi itu, Rektor mengharapkan rombongan dari UBL dapat menularkan nilai-nilai adaptif di kampus dalam mewujudkan usaha meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat terutama efek mewarnai lingkungan sekitar dengan kajian akademik bisa terakomodir dengan baik.

"Langkah itu diharapkan dapat mengubah mindset dan pola sikap kebiasaan orang mulai masyarakat, pejabat hingga berbagai stakeholder agar sama-sama berupaya meningkatkan kualitas daerah tanpa harus mengubah tataran peradaban aslinya, sehingga terbentuk pengelolaan wilayah berbasis daya saing dan budaya unggul," ujarnya lagi.

Ke depan, dia berharap, langkah ini dapat menjadi contoh penerapan pembelajaran kontekstual di fakultas maupun program studi lain, terutama aplikasi akademik berdampak di lingkup sosial.

Program ini tak hanya mengangkat reputasi pribadi, tapi terpenting menancapkan pengaruh positif di antara kiprah UBL di tengah masyarakat. Langkah ini dinilai langsung publik dan efek manfaatnya bisa dirasakan di masa depan, katanya pula.
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar