BBPOM Bandarlampung razia ke Supermarket

id bbpom razia supermarket, bandarlampung, bulan ramadhan

BBPOM Bandarlampung razia ke Supermarket

BBPOM Bandarlampung sidak di Gelael, Senin (13/6) (FOTO: ANTARA Lampung/Roy Baskara Pratama)

...Dalam rangka pengawasan makanan selama bulan puasa dan juga menjelang Idul Fitri kami melakukan razia, kata Firdaus...
Bandarlampung  (ANTARA Lampung) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Bandarlampung menggelar razia ke sejumlah pusat perbelanjaan atau supermarket dalam rangka pengawasan makanan selama Ramadhan 1437 Hijriyah.

"Dalam rangka pengawasan makanan selama bulan puasa dan juga menjelang Idul Fitri kami melakukan razia," kata Kabid Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM Bandarlampung Firdaus Umar di Bandarlampung, Senin.

BBPOM Bandarlampung menggelar inspeksi mendadak ke sejumlah tempat perbelanjaaan seperti Hypermart, Gelael dan Toko Kue Aladin.

Dalam razia ini, BBPOM bekerjasama dengan sejumlah instansi, yakni Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung dan Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Diskoperindag) Lampung.

"Sidak kali ini mengawasi makanan kedaluwarsa serta pengugunaan bahan kimia yang tidak diperuntukkan bagi penggunaan makanan," kata dia.

Dalam razia tersebut, petugas mengecek tanggal kedaluwarsa produk yang dijual, kondisi kemasan dan komposisi bahan makanan yang dipergunakan.

Jika tim menemukan produk yang tidak layak akan dipisahkan serta dicatat dan diminta dikembalikan ke "supplier".

"Kami minta produknya dikembalikan ke supplier dan tidak dipajang lagi sehingga tidak bisa dibeli oleh konsumen," katanya.

Dalam razia ini, ada sejumlah makanan impor tanpa izin edar yang disita dan pihaknya akan melakukan uji lab.

"Nanti kepastiannya baru kami bisa umumkan setelah uji lab. Kalau ternyata tidak layak, kami akan melarang peredarannya dan otomatis penjualannya dilarang," kata dia.

Firdaus mengatakan, kali ini tidak ditemukan makanan kedaluwarsa dan penggunaan bahan kimia berbahaya. Pelanggaran tergolong ringan, seperti kemasan yang rusak dan kode makanan yang masih menggunakan aturan lama.

Menurut dia, hal ini sangat baik karena dalam razia sebelumnya telah ditemukan sejumlah makanan yang berformalin dan mengandung pewarna sintetis Rhodamin B.

"Untuk kelas supermarket, memang potensi pelanggarannya rendah, karena standar keamanannya ketat, untuk penggunaan bahan kimia berbahaya marak ditemukan di industri rumahan," kata dia.(Ant)
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar