Ilmuwan Jepang Temukan Elemen Atom "Nihonium"

id Ilmuwan Jepang Temukan Nihonium

Ilmuwan Jepang Temukan Elemen Atom "Nihonium"

Para ilmuwan Jepan (FOTO: ANTARA Lampung/Ist-www.japantimes.co.jp)

Ilmuwan Jepang pada Kamis telah menemukan elemen atom 113 yang dinamakan "Nihonium" berarti "Jepang" dalam bahasa negara itu untuk pertama kali di Asia.
Tokyo (ANTARA/Reuters) - Ilmuwan Jepang pada Kamis telah menemukan elemen atom 113 yang dinamakan "Nihonium" berarti "Jepang" dalam bahasa negara itu untuk pertama kali di Asia.

Elemen itu mulanya dianggap hanya dapat dibuat di laboratorium.

Ilmuwan pertama yang membuatnya tidak berasal dari Eropa atau Amerika Serikat.

"Saya meyakini fakta bahwa kami telah menemukan elemen atom 118 di Jepang, temuan ini berarti cukup besar bagi kami," kata Kosuke Morita, seorang pengajar universitas yang memimpin tim ekspedisi penemuan itu dari Pusat RIKEN Nishina untuk Program Percepatan Berbasis Ilmu Pengetahuan.

"Makna penting lain, seluruh elemen dalam tabel periodik telah ditemukan di Eropa dan Amerika Serikat," ungkapnya saat konferensi pers pada Kamis. "Belum ada sebelumnya satu elemen pun yang ditemukan di Asia, Oseania, dan Afrika."

Elemen 113 pertama ditemukan pada 2004. Angka itu merujuk pada jumlah atomnya, atau jumlah proton dalam pusat inti atom.

Materi itu mulanya dipahami tidak ada di alam, sehingga harus dibuat di laboratorium.

Meski atom itu telah diakui oleh Komunitas Ilmiah untuk Kimia Teori dan Terapan (IUPAC) pada Desember 2015, tetapi nama itu tidak diumumkan oleh lembaga tersebut hingga Rabu lalu.

Nama elemen itu akan menjadi tetap setelah menjalani uji publik selama lima bulan.

Jika disetujui, nama itu akan diumumkan sebagai unsur elemen baru.

Sebelumnya ada moscovium untuk elemen 116, tennessine untuk elemen 117, dan oganesson untuk elemen 118.

Materi itu nantinya bukan satu-satunya elemen atom yang ditetapkan dengan nama negara, sebelumnya ada materi yang dinamakan sesuai tempat penemuannya, yaitu polonium dan francium.
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar