Polri- TNI kejar pelaku penusukan Pratu Galang

id Polri- TNI kejar pelaku penusukan Pratu Galang

Polri- TNI kejar pelaku penusukan Pratu Galang

KAMPANYE BELA NEGARA/ Sejumlah anggota Grup III Kopassus memandu wartawan cara memegang senjata dan menembakkanya pada acara Media Gathering di Serang, Banten, Sabtu (15/3). (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Jakarta (Antara Lampung) - Kepala Bareskrim Polri Irjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan TNI untuk menyelidiki kasus penusukan terhadap Pratu Galang yang menyebabkan korban tewas di Bandung, Jawa Barat pada Minggu (5/6).
        
"Kami sudah koordinasi dengan TNI atas kejadian itu. Kelompok pelaku masih dicari," kata Irjen Ari di Mabes Polri, Jakarta, Rabu.
        
Hingga saat ini, ada lima saksi yang telah diperiksa dalam kasus tersebut. "Saksi yang diperiksa baru lima orang," ucapnya.
        
Sebelumnya seorang prajurit TNI Angkatan Darat Pratu Galang tewas setelah dianiaya dan ditusuk sekelompok orang berkendaraan sepeda motor pada Minggu (5/6) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB di perbatasan wilayah Kota Cimahi dan Bandung (kawasan Jalan Rajawali), Jawa Barat.
        
"Saat itu yang bersangkutan baru kembali melaksanakan kegiatan bersama teman-temannya di Jalan Asia Afrika. Pratu Galang dalam perjalanan kembali ke kesatuan, diberhentikan oleh sekelompok orang dan kemudian dipukuli dan ditusuk lalu ditinggal di jalan," kata Kepala Penerangan Kodam III Siliwangi Letkol Arh M Desi Ariyanto.
        
Ia menuturkan Pratu Galang saat itu oleh beberapa warga masyarakat sempat ditolong dan dibawa ke RS Rajawali, namun dikarenakan yang bersangkutan adalah anggota militer setelah dilaksanakan pertolongan awal selanjutnya dipindahkan ke Rumah Sakit Dustira Kota Cimahi.
        
Di RS Dustira, dilakukan tindakan operasi untuk memberikan pertolongan terhadap Pratu Galang, namun dikarenakan luka yang diderita cukup parah maka nyawa Pratu Galang tidak bisa diselamatkan.
        
"Sekitar pukul 16.17 WIB yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia dan selanjutnya dibawa ke daerah Ponorogo untuk dimakamkan," kata dia.
 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar