DKL Siapkan Gelar Pelangi Seni Budaya Lampung

id dkl, yustin ficardo, aprilani yustin ficardo

Aprilani Yustin Ficardo, Ketua Umum terpilih DKL yang baru (kedua dari kanan), menggantikan Syafariah Widianti (paling kanan). (FOTO: ANTARA Lampung/Ist)

Bandarlampung, (Antara Lampung) - Dewan Kesenian Lampung siap menggelar helat akbar Pelangi Seni Budaya Lampung di Lapangan Korpri, Telukbetung, Bandarlampung, Sabtu (19/12) yang sebelumnya telah menggelar road show pentas seni ke ruang publik di seputaran BandarLampung,.

Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung (DKL), Aprilani Yustin Ficardo, di Bandarlampung, Jumat, mengatakan upaya perubahan pendekatan berkesenian yang dilakukan DKL mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

"Langkah pendekatan yang dilakukan sesuai dengan tujuan dan keberadaan DKL sebagai katalisator dalam upaya melibatkan masyarakat dalam membangun kesenian di Lampung," ujar Aprilani Yustin, didampingi Ketua Harian DKL, Heri Suliyanto.

Lebih lanjut dikatakannya, puncak acara yang dikemas dalam tajuk Pelangi Seni Budaya Lampung, akan menggelar ragam seni budaya Lampung yang warna-warni.

"Lampung kaya ragam seni, dari seni tradisi, kolaborasi hingga yang modern, sehingga akan kami ramu menjadi ragam warna-warni seperti pelangi. Berwarna-warni, berbeda tetapi saling melengkapi dalam harmoni dan indah untuk dinikmati," ujar Aprilani Yustin yang juga istri Gubernur Lampung M Ridho Ficardo itu pula.

Ketua Pelaksana kegiatan itu, M Hari Jayaningrat, mengatakan, dalam acara Pelangi Seni Budaya Lampung akan digelar rangkaian pementasan yang menggambarkan keragaman budaya Lampung yang khas.

Sebelum gelaran seni, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo direncanakan membuka acara dengan menorehkan cat di atas kanvas yang kemudian dilanjutkan pelukis Lampung, Yen Joenaedhy dan Yulius.

Sesudah itu, Kapolda Lampung Brigjen Drs Edward Syah Pernong akan menyampaikan pidato Anjau Silau (Silaturahmi) Kebudayaan.

"Lewat pidatonya beliau akan mengingatkan kembali kepada kita betapa pentingnya sejarah, budaya dan tradisi untuk terus ditumbuhkembangkan dan dilestarikan," ujar Hari.

Setelah itu, barulah setiap komite DKL menyajikan seni andalannya dalam rangkain pentas, yaitu Komite Sastra akan menyuguhkan gelaran baca pusi dan musikalisasi puisi.

Bakal tampil dalam pentas tersebut komunitas Bharatayudha dengan personel Aswinsyah, Kasro, Amir, Anidam, Vireo, Wela, dan Yulizar.

"Kami akan mewarnai Pelangi Budaya dengan keindahan dan keragaman karya sastra puisi," ujar Fitri Yani dari Komite Sastra DKL.

Seni Tradisi

Sedangkan Komite Tradisi mengemas repertoar Hanggum Ku Dilem Ngipey, dengan rajutan sastra lisan reringget, bubandung, ngehado, pisaan, dan hahiwang serta lagu-lagu klasik Lampung yang didukung 24 seniman tradisi.

"Ini sekaligus untuk membuktikan bahwa seni tradisi di Lampung masih lestari. Seni tradisi merupakan salah satu ragam yang mewarnai keanekaragaman pelangi budaya Lampung," kata Ketua Komite Tradisi DKL, Syafril "Rajo Cetik" Yamin.

Dalam helat akbar ini juga akan disuguhkan warahan oleh Teater Hayat yang mengusung lakon Ramlan Sang Seniman, mengisahkan kegelisahan Saodah, istri Ramlan seorang seniman tentang nasib suaminya yang makin hari makin terpuruk.

"Kami mencoba mengusung lakon ini dalam garapan warahan. Teater tradisional Lampung warahan ternyata bisa menjadi media pertunjukan yang memikat," ujar Erika, sutradara pementasan.

Dalam pentas ini akan tampil sebagai pemain Dita, Sari, Rodiansyah, Zelzha Restalia, Yusuf AR, Mutia, Ramona, Moza, Dini, Uci, Yuni, Diyah, Ida, Fatma, dan Dian. Sedangkan panggung ditata Joko dkk, pengrawit musik Galuh, dan bertindak sebagai penata artistik Junil.

Komite Musik DKL yang dalam road shownya berhasil tampil dengan gegap-gempita, dalam puncak acara ini akan menyajikan kolaborasi musisi dari lintas genre dan lintas usia.

Menurut Ketua Komite Musik DKL, Naning Widayati, hal ini menunjukkan kebersamaan (guyub) dalam keberagaman Lampung memiliki potensi musisi yang luar biasa dan siap untuk digali serta dikembangkan.

Dia menegaskan, Komite Musik akan terus berusaha menjadi mediator dan fasilitator. Kolaborasi ini melibatkan musisi senior Sutarko, musisi paling muda Izul, dan musisi cantik Daniella, gadis Amerika yang mengikuti program pertukaran pelajar di Lampung.

"Kami akan menyajikan repertoar musik. Ini sebagai ajang para pelajar untuk belajar sekaligus rekreasi," ujar Ketua Komite Musik Naning Widayati lagi.

Tari Rampak Negeri karya koreografer Barden A Moegni yang mengusung kisah negeri ini, juga bakal mewarnai pentas Pelangi Seni Budaya Lampung.

Menurut Barden, koroegrafer Tari Rampak Negeri yang juga Ketua Komite Tari DKL, karya tari ini dilhami dan terinspirasi dari keadaan negeri kita yang carut marut.

"Nilai-nilai luhur bangsa kita sudah tercabik-cabik oleh rasa individualisme dan golongan. Rasa kebersamaan dan gotong royong--rasa senasib dan sepenanggungan--sebagai anak bangsa telah porak-poranda atas nama kepentingan dan politik," ujar Barden mengisahkan latar karyanya.

Dalam garapan Tari Rampak Negeri ini, tampil sebagai penari Nur Cipto, Afrijal, Mifhatul Ical, Ari Wibowo, Ryan, Sucy Aprilia, Fransika, Amel, dan Dewi Rinjani. Sedangkan penataan musik dibesut Wisnu Nugroho.

Sedangkan Komite Seni Rupa DKL punya kejutan yang lain, akan menampilkan perfoming arts bertajuk Kanvas Dance.

"Kami akan berkolaborasi dengan 20 penari untuk membuat kejutan. Kalau penasaran lihat saja aksi kami di panggung," ujar Yen Joenaedhy, Ketua Komite Seni Rupa DKL.

Pada pamungkas acara akan ditayangkan video animasi yang mengisahkan pernak-pernik perjuangan dalam mengatasi rintangan dan kendala dalam terbentuk kepengurusan DKL yang baru.

Sutradara video mapping ini, Budi S Saputra mengatakan, lewat media video/film animasi ini dituturkan kisah seputar harapan dan masa depan kehidupan kesenian di Lampung.

"Saksikan saja pertunjukan Video 3 D mapping yang akan kami putar. Ini sebuah persembahan seni video yang menarik dan spektakuler," ujar Budi menjanjikan.***1***
Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar