Sensasi "kotrek" tak tertandingi

id sensasi pancing kotrek, pantai mutun pesawaran, memancing, mancing, mancing di laut

Sensasi "kotrek" tak tertandingi

Wisata memancing di Teluk Lampung makin digemari dengan menggunakan perahu nelayan setempat. ((ANTARA/Hisar Sitanggang))

...Kalau menggunakan joran (pancing gagang) sudah biasa, tapi dengan kotrek sensasinya luar biasa," kata dia...
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Margono (40), pemilik perahu di Pantai Mutun, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung yang disewakan untuk memancing, cukup cekatan menurunkan dan menarik penuh hentakan benang pancingnya.

Tak lama, ia pun menarik perlahan hingga ke atas perahu yang lebarnya sekitar satu meter dan panjang tiga meter itu. Terdapat dua hingga empat ekor ikan terkait di kailnya.

Hal itu terus diulanginya sehingga dalam waktu singkat ember ukuran sedang miliknya yang biasa digunakan untuk menguras air yang masuk ke perahunya, dipenuhi ikan.

"Ini namanya pancing 'kotrek'. Kalau ikannya sudah mengumpul di bawah perahu, terkadang kita belum sempat menurunkan sampai dasar, pancing sudah ditarik ikan," kata pemilik perahu dengan operasi di seluruh perairan Teluk Lampung itu.

Ia pun menunjukkan bagaimana cara memancing dengan umpan buatan tersebut, yakni rangkaiannya terdiri atas enam sampai sembilan kail, dan di kail dipasang bulu atau pernak-pernik dari plastik berumbai sehingga ketika di dalam air terlihat bergerak-gerak yang menarik perhatian ikan.

"Lebih bagus lagi kita siapkan rebon (udang kecil) basah. Dan ditaburkan dengan cara diturunkan bersamaan dengan kail," katanya.

Margono menjelaskan, memang ada alat khusus untuk menurunkan rebon tersebut seperti timah pemberat yang dibolongi sehingga ketika masuk ke dalam air, rebon-rebon itu akan ke luar dan menarik perhatian ikan untuk menyantapnya. Namun, ia hanya menggunakan plastik yang diikatkan di bagian atas kail paling atas untuk menaburkan rebon.

Ketika ikan berkumpul berebut rebon maka kesempatan kail kotrek untuk disambar ikan pun cukup besar, namun caranya harus rajin menarik kencang dan menurunkan hingga berulang-ulang sampai ada getaran dan tarikan.

"Harus sering menurunkan dan menarik agak kencang kotreknya, agar kalau ada ikan yang makan terkait. Kalau sudah ada getaran dan terasa ada ikannya, baru ditarik perlahan ke atas. Jangan buru-buru nanti ikannya bisa lepas karena terkadang hanya nyangkut di sudut bibirnya, selain tali kail kotrek cukup halus," kata dia.

Pemilik perahu dengan dua mesin itu mengaku untuk mendapatkan pancing jenis kotrek cukup mudah karena seluruh toko pancing terutama yang menyediakan alat untuk mengail di laut, pasti menyediakannya.

"Harganya bervariasi, sekitar delapan ribu hingga lima belas ribu untuk satu paketnya," kata dia.

Apa yang dilakukan Margono tersebut sekaligus memberikan pelajaran kepada penyewa perahunya yang terkadang hanya ingin mencari sensasi tarikan ikan di Perairan Teluk Lampung, bagaimana cara memancing menggunakan kotrek.

Namun, pemilik perahu itu mengatakan tidak setiap saat bisa menerapkan memancing menggunakan kotrek. Karena harus melihat arus air laut. Kalau arus bawah lautnya kencang dan ombaknya besar, tidak bisa karena rebon sebagai umpan untuk mengumpulkan ikan akan terbawa arus.

                                                                     Wisata Memancing
Edy, salah seorang penyewa perahu mengakui ada sensasi tersendiri ketika pancing dengan kotrek tersebut mendapatkan ikan.

"Kalau menggunakan joran (pancing gagang) sudah biasa, tapi dengan kotrek sensasinya luar biasa," kata dia yang memanfaatkan waktu liburnya yakni hari Minggu untuk berwisata  memancing.

Lelaki berusia setengah abad itu menjelaskan, sudah biasa memancing di sungai, bahkan di laut lepas yang memerlukan waktu beberapa hari di lautan.

"Kalau sekarang sudah tidak kuat lagi harus bermalam di tengah laut. Dengan sistem setengah hari atau satu hari ini, sudah bisa melepaskan kerinduan akan tarikan ikan," katanya.

Margono menjelaskan, sewa perahunya untuk setengah hari sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, sedangkan untuk satu hari yakni Rp300 ribu, dan lokasinya masih di sekitar pantai Mutun, mengitari Pulau Tangkil hingga ke Pulau Tegal.

"Kalau mau ke Pulau Legundi kita harus bermalam sehari di sana, harganya satu juta rupiah," kata dia.

Ia pun sering mengantarkan pemancing ke Pulau Krakatau dengan harga sewa perahunya yang optimal dinaiki pemancing  sebanyak lima orang, dengan sewa berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta, dan itu pun bermalam di tengah laut.

"Kalau ke dua lokasi tersebut yakni di Pulau Legundi apalagi ke Krakatau, Insya Allah dijamin ikannya. Ada kakap merah, kerapu, tenggiri dan lainnya," katanya.

Sementara untuk di lokasi pemancingan siang hari, ikan yang biasa memakan umpan--umumnya menggunakan cumi-cumi dipotong kecil yakni kerisi, jelendok, kuniran, ekor kuning, dan sejumlah ikan karang. Namun, kadang ada yang dapat tenggiri pula.

Jika menggunakan kotrek, bisa mendapatkan selar, kembung, atau jenis ikan yang tak bersisik lainnya.

Margono mengaku, setiap pekan dirinya selalu mendapat order dari pemancing untuk ke Legundi atau Krakatau, sehingga pemancing yang hanya ingin setengah hari atau satu hari, tidak bisa dilayani pada dua hari tersebut.

"Apalagi kalau lagi musim ikan, sampai ada pelanggan yang tak bisa saya layani," kata dia, yang memiliki perahu dengan dua mesin itu.

Namun, lanjutnya, usai Ramadhan tahun ini, kondisi air berubah dan ikan jarang makan dan para pemancing yang biasa pada Sabtu dan Minggu tidak "melaut", sehingga ia bisa melayani yang sewa harian.

"Saya selalu katakan kepada calon penyewa, kalau mau mencari ikan saat ini belum tepat. Tetapi, umumnya mereka hanya ingin mencari sensasi tarikan di siang hari. Tetap saya layani dan harus rajin mencari spot di mana ada ikan yang mau makan," kata dia.

Di Pantai Mutun dan Ringgung serta pantai-pantai lainnya di Teluk Lampung, terdapat Margono-Margono lain yang menyewakan perahunya untuk mereka yang ingin berwisata memancing.

Teluk Lampung yang kondisi airnya termasuk tenang dan adanya beberapa pulau, cocok untuk rekreasi menyelam termasuk memancing.

Karena itu, pihak pengelola pantai perlu bekerja sama dengan biro wisata menawarkan bahwa di Teluk Lampung merupakan tempat yang cocok untuk rekreasi memancing.(Ant)
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar