Logo Header Antaranews Lampung

Harga Beras di Bandarlampung Naik

Senin, 3 November 2014 15:38 WIB
Image Print

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Harga beras di sejumlah sentra penjualan kebutuhan pokok di Bandarlampung dalam tiga hari terakhir mengalami kenaikan, sedangkan operasi pasar beras oleh Perum Bulog setempat telah digelar untuk menekan kenaikan harga tersebut.

Sejumlah pedagang beras di Pasar Tugu Bandarlampung, Senin (3/11), menyebutkan kenaikan harga beras berkisar Rp100 hingga Rp200 setiap kilogram, namun masih berpeluang naik karena musim tanam padi di Lampung diperkirakan berlangsung pada Desember atau Januari 2015 nanti.

"Harga beras dari penggilingan naik, seperti merek SJ dan Koki naik sebesar Rp200 setiap kilogram. Harga beras SJ mencapai Rp11.200 per kg, sedangkan beras Koki Rp10.400 per kg," kata Edi Susanto, salah satu agen beras di Pasar Tugu Bandarlampung.

Ia menyebutkan, harga beras asalan maupun yang berkualitas sedang juga naik tipis.

"Penyebabnya, di antaranya faktor mulai turun hujan, sehingga gabah sulit dikeringkan sebelum digiling. Padahal pengeringan gabah umumnya masih secara manual," katanya lagi.

Pedagang beras lainnya, Ny Rodjie, juga menyebutkan harga beras naik meskipun Perum Bulog sudah menggelar Operasi Pasar Beras Murah sejak tiga hari lalu.

"Hari ini harga beras merek SJ dan Koki naik. Harga beras jenis medium dan asalan juga naik. Harga beras paling murah Rp8.500 per kg, sedangkan beras premium sudah di atas Rp11.000 per kg," kata dia pula.

Selain itu, ia juga menyebutkan beras yang dijual dalam OP Beras Bulog juga kurang laku, karena harganya mencapai Rp7.500 per kg atau hampir mendekati harga beras dari Lampung yang berkualitas asalan.

"Harga beras asalan Rp8.500 per kg sudah bagus mutunya dan rasanya juga enak, sedangkan harga beras Bulog mencapai Rp7.500 per kg. Karena selisih harga cukup tipis, warga lebih suka memilih beras lokal," ujarnya.

Dia juga menyebutkan, mutu beras OP Beras Bulog tahun ini tidak sebaik tahun lalu maupun beras OP Beras Bulog tahun 2013 itu.

Harga beras di Pasar Sukarame Bandarlampung juga naik tipis dibandingkan minggu lalu, namun pasokannya tetap lancar.

Harga beras diperkirakan akan naik lagi jika harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinaikkan pemerintah tahun ini, karena biaya produksi dan biaya transportasi beras juga akan naik.

Para pedagang memperkirakan harga beras hanya naik tipis jika harga BBM naik, karena beras yang dijual di daerah itu umumnya beras lokal, meskipun ada sebagian kecil beras asal Pulau Jawa yang dijual di pasar-pasar modern.

Persediaan beras di gudang Bulog Divre Lampung per September 2014 mencapai 52.506 ton.

Pada tahun 2014, Perum Bulog Divre Lampung menargetkan pengadaan sebanyak 115.000 ton, dan hingga September 2014 telah terpenuhi sebanyak 69,91 persen (pengadaan 80.397 ton).



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026