Kata FSPSI Soal Pengobatan Buruh

id Kata FSPSI Soal Pengobatan Buruh, RS, Rumah Sakit, BPJS, Jamsostek, Pasien, Kartu, Jaminan Sosial, Astek

Program BPJS belum mampu 100 persen memberikan pelayanan kepada buruh miskin, karena masih banyak rumah sakit yang menolak buruh berobat."
Jakarta (ANTARA Lampung) - Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI) menyatakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) gagal memberikan pelayanan kesehatan buruh karena masih banyak buruh ditelantarkan di rumah sakit.

"Program BPJS belum mampu 100 persen memberikan pelayanan kepada buruh miskin, karena masih banyak rumah sakit yang menolak buruh berobat," kata Wakil Ketua Bidang Advokasi Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) DKI Jakarta M. Toha di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, selama ini masih banyak rumah sakit menolak buruh dengan alasan ruang pengobatan penuh, sehingga buruh tidak mendapatkan pengobatan untuk menyembuhkan penyakit.

"Kondisi itu cukup memprihatinkan dan diharapkan BPJS meningkatkan pelayanan kesehatan kepada buruh, khususnya buruh yang kurang mampu," ujarnya.

Menurut dia, pemberlakuan BPJS ini hanya sekadar meningkatkan pamor pemerintah saja, hanya untuk gaya-gayaan saja, karena Jamsostek lebih baik dibanding BPJS tersebut.

"BPJS ini mulai diberlakukan secara keseluruhan pada Januari 2014, dalam upaya meningkatkan kualitas sosial dan kesehatan buruh, namun kenyataannya di lapangan pemberlakukan jaminan kesehatan lebih buruk," ujarnya.

Memang, kata dia, program BPJS ini lebih baik dibanding Jamsostek, namun implementasi di lapangan tidak sesuai dengan program.

"Kami berharap pemerintah untuk lebih meningkatkan sumber daya manusia (SDM) BPJS ini, agar program-program yang ada bisa dijalankan dengan baik dan buruh mendapatkan pelayanan sosial dan kesehatan dengan baik," ujarnya. 
Pewarta :
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar