Persediaan Sembako di Lampung Aman

id Persediaan Sembako di Lampung Aman Jhoni Nurashari, Beras, Padi, Migoro, Minyak Goreng, Harga, Pasar, Inflasi, deflasi, Stok, Persediaan, Pasar Murah,

Kepala Dinas Koperindag dan UMKM Provinsi Lampung, Ir Ferynia (kiri), dan Kepala Perum Bulog Divre Lampung, Jhoni Nurashari (kanan), pada Bincang-bincang PWI bertema "Ketersediaan bahan pokok dan pengendalian harga menjelang Ramadhan", di Bandarlampu

Ketersediaan bahan pokok dan pengendalian harga menjelang Ramadan."
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Persediaan sembilan bahan pokok (sembako) di Provinsi Lampung aman dan mencukupi selama bulan puasa Ramadhan hingga Lebaran, karena itu masyarakat diimbau untuk tenang, tidak panik dan memborong barang yang justru bisa memicu harga melonjak.

Hal itu antara lain kesimpulan acara Bincang-bincang PWI dengan tema "Ketersediaan bahan pokok dan pengendalian harga menjelang Ramadan", di Bandarlampung, Kamis (26/6).

Acara yang digelar oleh pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung itu menampilkan empat orang pembicara/panelis.

Mereka adalah Kepala Dinas Koperindag dan UMKM Provinsi Lampung, Ir Ferynia, Kepala Perum Bulog Divre Lampung, Jhoni Nurashari, Ketua Apindo Lampung, Yusuf Kohar, dan Ketua Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PWI Lampung, Junaidi Djohan.

Kegiatan rutin PWI Provinsi Lampung itu dihadiri para pemimpin redaksi media cetak, elektronik, dan online juga para pengurus dan anggota PWI setempat.

Kadis Koperindag Provinsi Lampung, Ferynia menjelaskan, pihaknya terus memantau perkembangan harga pasar berbagai komoditas di daerahnya, dengan menurunkan petugas khusus secara rutin setiap hari ke lapangan.

"Setiap hari kita turunkan petugas di sejumlah pasar, dan jam sembilan pagi saya sudah mendapat laporan tentang perkembangan harga sembako terbaru. Perkembangan harga itu juga langsung kita sampaikan ke Kementerian Perdagangan di Jakarta," ujarnya.

Ferynia yang baru beberapa hari menjabat Kadis Koperindag Provinsi Lampung itu menguraikan, ada sembilan komoditas yang terus dipantau baik produksi, distribusi maupun perkembangan harganya.

Kesembilan komoditas itu adalah beras, kacang tanah, bawang merah, cabai merah, daging sapi, daging ayam, telur, minyak goreng, dan gula pasir.

Khusus beras, katanya lebih lanjut, pada periode Juni--Juli 2014 tersedia 173.948 ton, dari total target persediaan selama tahun 2014 sebanyak 1.820.374 ton.

Kepala Bulog Divre Lampung, Johni Nurashari menjelaskan, persediaan riil beras di gudang Bulog Lampung tersedia cukup, baik untuk kebutuhan reguler penyaluran beras untuk warga miskin (raskin), untuk keadaan darurat, maupun kebutuhan Operasi Pasar (OP).

"Persediaan beras di gudang Bulog di seluruh Lampung aman, pada posisi 26 Juni 2014 terdapat 73.400 ton, sementara kebutuhan penyaluran perbulan sekitar 8.600 ton," katanya.

Ferynia maupun Jhoni mengharapkan kepada jajaran media massa (Pers) di Lampung untuk membantu menyosialisasikan hal-hal yang sudah diperbuat oleh instansi terkait soal sembako itu, agar masyarakat mengerti, dan tidak sampai terjadi kepantikan yang berujung pada membeli barang dalam jumlah besar.

"Masyarakat tidak perlu panik, barang kebutuhan masarakat tersedia cukup di pasaran," kata Jhoni.

Ketua Apindo Lampung Yusuf Kohar, dan Ketua DKD PWI Lampung, Junaidi Djohan mengharapkan agar masalah kenaikan harga barang yang selalu terjadi di saat menjelang hari-hari bersar keagamaan itu dapat segera diantisipasi sejak dini.

Hal itu mulai dari tingkat produksi, distribusi, konsumsi, hingga ke pengawasannya.

Yusuf Kohar juga menekankan pentingnya pemberatasan pungutan-pungutan liar (pungli) oleh oknum preman terhadap distribusi sembako itu, karena jika tidak akan dapat turut menaikan harga barang itu sendiri.
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar