Subsidi Energi Buang Garam ke Laut?

id Subsidi Energi Buang Garam ke Laut?

Jakarta (ANTARA LAMPUNG) - Kebijakan pengalokasian dana subsidi energi yang mencapai Rp300 triliun per tahun ibarat membuang garam ke laut, artinya tidak terlalu efektif dan tidak berbekas.

"Subsidi itu 'killing' (membunuh). Sangat memberatkan anggaran, sehingga secara perlahan harus dikurangi," kata Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo setelah berbicara pada seminar "Quo Vadis Sistem Tata Kelola Gas Indonesia" di Jakarta, Rabu (26/2).

Menurut Susilo, dana subsidi memang tidak dapat dihapuskan begitu saja, tetapi harus tetap ada upaya untuk mulai menguranginya.

Ia menambahkan, jika dana subsidi sebesar Rp300 trilun tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur maka akan sangat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Susilo juga berpendapat bahwa dana subsidi sesar Rp300 triliun per tahun itu, bila dibelikan kapal selam akan dapat sebanyak 20 unit, yang bisa mempertahankan keamanan nusantara.

"Kalau kita memperkuat sistem keamanan, maka negara lain seperti Australia akan segan kepada Indonesia," katanya pula.

Susilo juga berargumen bahwa pengurangan subsidi juga dapat mendukung pendanaan pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) yang saat ini masih belum jelas penyelesaiannya.

"Pembangunan JSS hanya membutuhkan dana sekitar Rp150 triliun. Intinya, dana subsidi bisa untuk ragam keperluan seperti infrastruktur, penguatan alutsista," ujarnya.

   
 
Pewarta :
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar