Dosen IBI Darmajaya Kembangkan Pemasaran Kerajinan Lidi Lewat Internet

id Dosen IBI Darmajaya Kembangkan Pemasaran Lidi Lewat Internet

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Prihatin atas perkembangan usaha kerajinan lidi di Desa Jati Baru, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, yang tidak berkembang, seorang dosen membantu pemasarannya menggunakan internet.

Dosen Information and Business Institute (IBI) Darmajaya, Sushanty Saleh, SKom, MTI, di Bandarlampung, Minggu (16/2), mengatakan, pihaknya membantu pemasaran tersebut dengan tujuan untuk pengembangan usaha lidi dari daerah tersebut.

Kerajinan lidi yang dapat diolah menjadi beragam produk seperti sandal, tas, tempat tisu hingga alas piring dan keranjang buah ini menurut dia berpotensi untuk dipasarkan lebih luas.

Namun, sayangnya pola manajemen perajin lidi di Desa Jati Baru itu dinilai masih sangat sederhana, sehingga usaha tersebut cenderung kurang berkembang.

"Kami berencana membantu perajin itu dalam mengembangkan usaha mereka," ujarnya.

Dia menyebutkan, ada tiga target yang ingin dicapai dengan bantuan itu, yakni dapat menghasilkan desain dan produk kerajinan lidi yang variatif, kreatif, menarik, dan unik.

Para perajin itu dapat mengembangkan pasar untuk produknya dengan menggunakan pemasaran internet dan mampu mendokumentasikan proses bisnis sesuai standar yang diperlukan, katanya.

Menurut dia, salah satu kendala dalam pengembangan industri kecil dan menengah, termasuk kerajinan lidi di Tanjung Bintang itu adalah pengembangan pasar.

Hal itu dikarenakan keterbatasan pelaku bisnis kerajinan lidi atas pengetahuan tentang strategi pemasaran. Padahal strategi pemasaran menjadi salah satu kunci kesuksesan sebuah usaha, ujarnya.

"Beberapa langkah strategi pemasaran yang akan kami kenalkan kepada mereka, yakni penentuan harga jual ke konsumen, penentuan segmentasi pasar, menentukan jalur distribusi produk, dan memanfaatkan media internet," ujarnya.

Selain itu, dengan pembukuan dan manajemen yang baik akan memudahkan mereka berhubungan dengan pihak lain untuk kepentingan perluasan usaha, ujarnya.

Pemasaran menggunakan internet (internet marketing), menurut dosen Jurusan Sistem Informasi ini, merupakan salah satu strategi jitu untuk dapat menembus pasar bagi pelaku usaha kerajianan lidi dengan biaya yang murah, terjangkau, dan efektif sesuai dengan target pasar yang telah ditentukan.

Para perajin itu dapat menjual produk tidak hanya dalam lingkup domestik, tetapi juga nasional bahkan dunia, ucapnya.

Produk-produk kreatif hasil kerajinan dapat ditayangkan di portal/website dan blog, media jejaring sosial seperti facebook dan twitter.

"Jejaring sosial sudah dibuktikan oleh banyak pelaku usaha mikro dan menengah mampu menghasilkan omzet yang tinggi karena adanya jalinan pertemuan dan words of mouth," ujar dia lagi.

Aplikasi pemasaran internet itu diharapkan dapat mengantarkan usaha perajin lidi di Kecamatan Tanjung Bintang menjadi tenaga pemasaran yang andal dengan berbasiskan teknologi informasi, dan dapat mengimplementasikan online marketing, sehingga dapat menjadi perusahaan e-commerce.

Dalam membantu pengembangan kelompok usaha kerajinan lidi ini, Sushanty didukung pula oleh dua dosen lainnya, yakni Dr Abshor Marantika, SE, MM, dan Winda Rika Lestari, SE, MM.

Dalam pelaksanaannya, dibiayai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud atas penelitiannya berjudul "Pengembangan Kelompok Usaha Perajin Lidi di Desa Jati Baru Kecamatan Tanjung Bintang" yang memenangkan hibah untuk kategori pengabdian masyarakat.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Riset IBI Darmajaya, Drs Envermy Vem, MSc, menyatakan pengabdian masyarakat menjadi salah satu upaya IBI Darmajaya melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi.

IBI Darmajaya, kata dia, juga senantiasa mendorong dosen untuk melakukan penelitian yang berguna bagi masyarakat luas.
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar