
Lampung Selatan-Sang Ju Korea Jajaki Kerja Sama

Kalianda, Lampung Selatan (ANTARA LAMPUNG) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, berencana menjalin kerja sama ekonomi dengan Kota Sang Ju, Provinsi Kyeong Sang Buk Do, Korea Selatan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Sutono mengatakan di Kalianda, Kamis (23/1), kerja sama itu dalam rangka program "sister city" dan pemerintah di Korea Selatan tersebut tertarik pada sektor peternakan.
Ia menjelaskan bahwa kota tersebut memiliki potensi besar peternakan sapi, namun kekurangan bahan baku pakan ternak yang selama ini mengimpor dari Vietnam.
"Namun karena di Vietnam saat ini terdapat serangan suatu penyakit, maka pemerintah Korea Selatan itu berupaya mengimpor dari sini," kata Sutono lagi.
Menurut Sutono, rencana kerja sama ini dalam tahap penjajakan, dan Pemkab Lampung Selatan menawarkan pula kerja sama di bidang lain, seperti agrobisnis.
Bila mencapai kesepakan, lanjut dia, pada bulan depan utusan pejabat Kota Sang Ju akan datang ke Lampung Selatan melihat lokasi kerja sama pakan ternak itu.
"Kerja sama ini nanti dalam bentuk nota kesepahaman antara pejabat di Lampung Selatan dan Sang Ju, setelah terjadi kesepakatan kerja sama itu," ujar dia pula.
Sutono melanjutkan, kerja sama itu perlu dikaji lagi dengan pertimbangan dapat menguntungkan untuk memproduksi pakan ternak di Lampung Selatan yang dinilai dari analisa usaha tani, dengan menanam lalu memproduksi pakan ternak itu, kemudian diekspor ke Korea Selatan seperti menanam jagung sebelum panen untuk dibawa ke Korea menjadi pakan ternak tersebut.
Sutono menjelaskan, untuk pemetaan wilayah penghasil pakan ternak itu belum dibicarakan lebih lanjut, namun untuk ternaknya bisa difokuskan di Kecamatan Tanjungsari yang merupakan sentra ternak.
Sedangkan mengenai pakan ternaknya, mereka meminta lokasinya tidak jauh dari terminal agrobisnis di sini, ujarnya lagi.
"Poin penting dalam kerja sama itu masih dalam proses penjajakan, dan bagaimana nanti teknisnya, menguntungkan atau tidaknya dilihat dari analisa usaha tani dalam kerja sama dimaksud," katanya menegaskan.
Ia menambahkan, kerja sama itu juga bisa menggandeng perusahaan lokal untuk memproduksi pakan ternak yang diperlukan, mengingat untuk mendirikan perusahaan sendiri membutuhkan proses panjang atau perlu dukungan penanaman modal asing.
Pewarta : Kristian Ali
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
