Penduduk Usia Keja China Anjlok

id Penduduk Usia Keja China Anjlok, PNS, Pegawai, Karyawan, Karyawati, KB, Anak, Pembatasan, Keluarga Berebncana, Pabrik, Perajin

Pada 2012 menjadi saksi pertama penurunan usia angkatan kerja yang merupakan "masa yang layak dipertimbangkan."
Beijing (Antara/AFP) - Jumlah penduduk usia kerja di China semakin merosot pada tahun lalu, kata pemerintah pada Senin, sementara negeri itu bergulat dengan bom waktu kependudukan, yang merupakan tantangan terbesar negara tersebut.

China memperkenalkan kebijakan satu-anak pada akhir 1970-an untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk, namun rakyatnya semakin menua dan kebanyakan adalah laki-laki, seperti terlihat pada data statistik pemerintah.

Negara dengan jumlah penduduk terbesar itu penduduknya naik 6,7 miliar jiwa pada 2013 menjadi 1,361 miliar jiwa -- di luar penduduk Hongkong, Makau dan Taiwan, demikian laporan dari biro statistik nasional.

Hampir 118 bocah laki-aki lahir di antara setiap 100 anak perempuan.

Penduduk berusia angkatan kerja -- yaitu mereka yang berusia 15 hingga 59 tahun, menurun 2,44 juta menjadi 920 juta jiwa, sehingga menambah kekhawatiran bagaimana negara dapat menopang penduduk lanjut usia sebanyak 202 juta jiwa yang sekarang berumur 60 tahun ke atas.

"Pada 2012 menjadi saksi pertama penurunan usia angkatan kerja yang merupakan "masa yang layak dipertimbangkan", kata pejabat pada tahun lalu dengan menambahkan bahwa penurunan itu akan terus berlanjut hingga 2030.

Sampai dengan 1982 perbandingan jumlah penduduk berusia di atas 60 tahun adalah lima persen, tetapi sekarang menjadi 14,9 persen.

China juga mengeluarkan statistik kunci tahun 2013 pada Senin, mengalami sedikit perubahan dari 2012, yang merupakan tahun pertama Beijing sejak tahun 2000 mengeluarkan angka yang peka.

Kesenjangan kekayaan dan penduduk yang tidak seimbang merupakan kekhawatiran utama Partai Komunis yang berkuasa, yang menempatkan kepentingan besar untuk menjaga stabilitas sosial guna menghindari tantangan untuk meraih kekuasaan.

Penerjemah: M.Dian A/B.Soekapdjo.
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar