Pemkot Bandarlampung Cegah Tunawisma di Kolong Jalan Layang

id Pemkot Bandarlampung Cegah Tunawisma di Kolong Jalan Layang

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Wali Kota Bandarlampung Herman HN menegaskan, bagian bawah (kolong) dua jalan layang (fly over) yang sedang dibangun di kota ini, tidak boleh dijadikan sebagai tempat tinggal para tunawisma atau gelandangan.

"Kolong jalan layang bukan tempat tinggal bagi tunawisma karena membahayakan diri mereka sendiri. Satuan Polisi Pamongpraja (Sat Pol PP) harus rutin mengawasi dan menertibkannya," kata dia saat ditemui di Bandarlampung, Kamis (4/7).

Dia mengatakan, Pemkot Bandarlampung akan berusaha semaksimal mungkin untuk menertibkan tunawisma yang memanfaatkan kolong jalan layang sebagai tempat tidur.

Jika lahan tersebut dijadikan sebagai tempat pedagang asongan tidak menjadi masalah asal jangan merusak keindahan kota dan membuat macet lalu lintas di sekitar tempat tersebut.

"Tempat berdagang asongan bagus berarti dimanfaatkan dengan baik oleh warga, terlebih area ini area Jalan Lintas Sumatera," katanya.

Dia menyatakan, peresmian kedua jalan layang tersebut akan dilaksanakan apabila semua pengerjaannya sudah selesai.

Ia mengharapkan kedua ruas jalan layang di Jl Sultan Agung - Jl Rycudu dan Jl Antasari - Jl Tirtayasa dapat segera diresmikan agar Bandarlampung bebas dari kemacetan.

Kepala Sat Pol PP Kota Bandarlampung Cik Radin mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan di kolong jalan layang yang ada di Bandarlampung agar tidak menjadi tempat tunawisma dan pengemis.

"Kami akan melakukan pengawasan setiap satu minggu sekali sehingga mereka tidak menjadikan kolong jalan layang sebagai tempat tinggal," katanya.

(RB*H009)



(T.H009/B/Z002/Z002) 04-07-2013 23:16:17
Pewarta :
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar