Logo Header Antaranews Lampung

Anak Pendatang Terancam Kegemukan

Rabu, 12 Juni 2013 20:36 WIB
Image Print
Hasil kami menunjukkan perlunya bagi gagasan pencegahan kegemukan untuk ditujukan kepada anak-anak dan keluarga mereka dari latar belakang Timur Tengah dan Asia yang tinggal di daerah ekonomi-sosial rendah."

Canberra (Antara/Xinhua-OANA) - Tubuh anak sekolah dasar Australia dengan latar belakang Asia dan Timur Tengah lebih gemuk dan kurang fit ketimbang anak dari negara yang berbahasa Inggris, demikian hasil penelitian baru pada Rabu.

Penelitian baru itu, yang disiarkan di Journal of Paediatrics and Child Health, menyoroti perlunya bagi gagasan pencegahan kegemukan yang sesuai secara kebudayaan dan menjangkau anak yang menghadapi resiko paling besar.

Menurut penelitian tersebut, mereka menghadapi masalah lebih besar karena tidak aktif, tidak bugar dan mengkonsumsi makanan yang kurang sehat, terutama jika mereka tinggal di daerah yang lebih miskin.

Tim penelitian itu mempelajari data dari hampir 5.000 anak dari berbagai latar belakang di seluruh New South Wales untuk meneliti berat, makanan dan kegiatan dalam konteks status ekonomi-sosial dan latar belakang etnik mereka.

Sebanyak 40 persen anak lelaki dari latar belakang Timur Tengah dan Asia dengan tingkat ekonomi-sosial rendah kelebihan berat atau gemuk, dibandingkan dengan 25 persen anak lelaki dari latar belakang yang berbahasa Inggris dengan tingkat ekonomi-sosial rendah, demikian hasil studi tersebut.

Anak lelaki Timur Tengah dua kali lebih mungkin untuk kelebihan berat, enam kali lebih mungkin untuk tidak aktif dan tiga kali lebih mungkin untuk memiliki kebugaran rendah dibandingkan dengan anak dari keluarga yang berbahasa Inggris dengan status ekonomi-sosial sama rendah.

Dan anak Asia di daerah lebih miskin tiga kali lebih mungkin untuk tidak aktif dibandingkan dengan sebaya mereka dari latar belakang yang berbahasa Inggris, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu malam.

Berat badan juga menjadi masalah di kalangan anak perempuan dari Timur Tengah, apa pun latar belakang ekonomi-sosial meeka. Di kalangan anak dari Asia, anak lelaki menghadapi resiko lebih besar untuk kegemukan ketimbang anak perempuan.

"Hasil kami menunjukkan perlunya bagi gagasan pencegahan kegemukan untuk ditujukan kepada anak-anak dan keluarga mereka dari latar belakang Timur Tengah dan Asia yang tinggal di daerah ekonomi-sosial rendah," kata penulis bersama studi itu Dr. Debra Hector dari School of Public Health di University of Sydney.

"Penelitian lain menunjukkan pertemuan kebudayaan warga pendatang di Australia mempengaruhi tingkat kegemukan mereka, dan generasi selanjutnya menghadapi resiko lebih besar dibandingkan dengan generasi pertama," kata Dr. Hector.

Wanita dokter tersebut juga mengatakan penelitian itu adalah dasar bagus bagi pengembangan program yang cocok dengan kebudayaan, termasuk penggunaan penelitian kualitatif, untuk menangani resiko gaya hidup anak-anak yang berkaitan dengan sejumlah penyakit kronis.

Penerjemah: A. Rachma.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026