Produksi Sawit Lampung Turun Tajam

id sawit

Pekerja bergiat di tempat penjualan sawit, di Lembasung, Waykanan. (FOTO ANTARA LAMPUNG/Gatot Arifianto)

Krui (Antara Lampung) - Sebagian petani di Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung mengatakan produksi tandan buah segar (TBS) sawit mereka pada Mei turun dibandingkan bulan lalu.
        
"Dari per hektare lahan, biasa didapat 1,5 ton TBS sawit, namun sekarang hanya tercapai 1 ton saja," kata Ketut Satriye, petani asal Pekon (Desa) Marang Kecamatan Pesisir Selatan, di Krui, Pesisir Barat, Jumat,
   
"Untuk produksi mengalami penurunan dari bulan-bulan sebelumnya. Tetapi utuk harga ada kenaikan Rp40 per kilogramnya," katanya pula.
        
Harga TBS sawit di tingkat petani pada pekan-pekan sebelumnya Rp1.200 per kilogram, namun sekarang, naik menjadi Rp1.240 per kilogram.
        
"Untuk harga seperti itu, naik sedikit, hanya buahnya memang berkurang," kata dia lagi.
        
Sebagian petani di daerah itu menggunakan pupuk kimia untuk tanaman sawit mereka, yakni urea dengan harga Rp100.000/sak isi 50 kg, dan phonska dengan harga Rp130.000/sak isi 50 kg.
        
"Harga tersebut relatif stabil," ucapnya.
        
Ia menjelaskan, petani sawit di daerah yang baru dimekarkan dari Kabupaten Lampung Barat itu biasa menjual hasil panen kepada pedagang pengumpul untuk selanjutnya dijual ke pabrik yang ada di Provinsi Bengkulu sehubungan di daerah itu belum ada pabrik sawit
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar