Harga Sawit Masih Rendah

id sawit

PRODUKSI SAWIT (FOTO ANTARA/HERRY MURDY HERMAWAN)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Sejumlah petani sawit di Kabupaten Waykanan Lampung mengakui pendapatan mereka belum membaik seiring harga komoditas perkebunan itu masih rendah.
         
"Harga buah sawit masih Rp300 per kilogram," kata Wayan Sugita, Kepala Kampung Balisadhar Utara, Kecamatan Banjit, Kabupaten Waykanan, Wayan Sugita, saat dihubungi dari Bandarlampung, Kamis.
         
Petani, kata dia, mengeluhkan harga buah sawit yang masih rendah sehubungan modal budi daya, pembelian pupuk, dan tenaga mereka tidak kembali.
         
Sebagian petani di daerah yang telah dicanangkan sebagai "Bumi Petani" itu mengatakan banyak buah sawit yang mereka hasilkan sengaja dibiarkan di kebun karena harga komoditas ini yang masih rendah itu.
         
Pada kesempatan terpisah, Kepala Kampung Mulyoharjo, Kecamatan Bumiagung, Supriyadi, mengatakan Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Pangan telah membayar 40 ton buah sawit hasil panen petani plasma dari Kelompok 16 sesuai permintaan Wakil Ketua DPRD Yozi Rizal.
         
Perihal persoalan Kelompok 16 dengan pihak KUD, ia mengaku sudah ada sedikit titik terang, seperti bisa memanen sawit di lahan mereka sendiri yang telah lunas dari utang kredit kecil primer anggota (KKPA).
         
Akan tetapi, katanya, petani plasma yang tergabung dalam Kelompok 16 tetap mengharapkan bisa memegang sertifikat atas lahan seluas 14,75 hektare yang mereka kelola.
         
"Sangat diharapkan pada tahun 2013, petani plasma itu bisa memegang sertifikat lahan masing-masing," kata dia.
         
Berdasarkan data Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Waykanan pada 2011, produksi buah sawit di daerah itu meningkat 1.587 ton seiring bertambah luas lahan dan peningkatan minat masyarakat setempat mengelola kebun dengan tanaman komoditas tersebut.
         
Produksi sawit yang dihasilkan pekebun di 14 kecamatan itu pada 2011 sebesar 11.130 ton, atau meningkat bila dibandingkan dengan pada 2010 yang mencapai 9.543 ton. ***2***

Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar