Beruk Tetap Diandalkan Petik Kelapa

id kelapa

Beruk Tetap Diandalkan Petik Kelapa

Perkebunan kelapa di perdesaan Provinsi Lampung Selatan. (FOTO ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)

Liwa (ANTARA LAMPUNG) - Sebagian masyarakat Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, masih meminati dan memanfaatkan jasa beruk (kera besar) sebagai pemetik kelapa sehubungan biayanya murah dan mampu mengambil ratusan butir per hari.
         
"Kemampuan beruk memetik buah kelapa kisaran 1.400 sampai dengan 1.500 butir per hari. Adapun upah atau jasa petik kelapa per butirnya Rp100," ujar warga Pekon (Desa) Marang  Kecamatan Pesisir Selatan, Zamzani, di Liwa, Lampung Barat yang berada sekitar 278 km sebelah utara Kota Bandarlampung, Sabtu.
         
Karena itu, kata dia lagi, sebagian masyarakat di daerah itu masih menggunakan jasa beruk miliknya untuk memetik buah kelapa di kebun mereka.
         
Lanjer, ialah salah satu beruk milik Zamzani yang berusia enam tahun. Berbeda dengan manusia yang harus naik turun pohon untuk memetik buah kelapa. Lanjer cukup sekali naik pohon, dan selanjutnya berpindah ke pohon lain dengan melompat, menggunakan pelepah kelapa sebagai sarana.
 
Sementara itu, harga kelapa tua di sejumlah pasar di Kabupaten Lampung Barat masih stabil, yakni Rp1.200 per butir.


Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar