
Polisi Libya Bentrok Dengan Kelompok Bersenjata

Benghazi (ANTARA/AFP) - Bentrokan bersenjata pecah Senin malam antara polisi militer dan kelompok milisi di Benghazi, kota di bagian timur Libya, setelah seorang pemuda tewas di pos pemeriksaan, kata satu sumber keamanan.
Pertempuran terus berlangsung hingga sekitar tengah malam di dekat markas kepolisian militer setelah seorang anggota milisi muda ditembak mati di satu pos pemeriksaan polisi di sebelah barat kota.
Bentrokan itu dimulai di sekitar pos pemeriksaan Al-Gawersha sebelum milisi menyerang markas polisi militer di Kabupaten Abuhdima.
Tembakan-tembakan berlanjut dan sirene ambulan terdengar tetapi tidak ada segera laporan mengenai korban lain.
Pada Senin pagi, satu milisi dari bekas pemberontak Libya merebut landasan pacu bandara internasional Tripoli, pesawat-pesawat di sekitarnya dan landasan semua penerbangan setelah penangkapan pemimpin mereka, kata para pejabat.
Butuh waktu sampai malam bagi pasukan pemerintah untuk bisa merebut kembali kendali bandara ketika pasukan loyalis menyerbu setelah perundingan-perundingan dengan pihak milisi gagal, kata Wakil Menteri Dalam Negeri Omar al-Khadrawi kepada wartawan.
Dewan Transisi Nasional (NTC) yang berkuasa masih berjuang untuk mengintegrasikan sepenuhnya karena banyak warga Libya yang berjuang melawan pasukan yang setia pada diktator Muamar Gaddafi sebelum dia digulingkan dan dibunuh pada Oktober tahun lalu.
Para mantan pejuang pemberontak tetap di dalam brigade-brigade bersenjata yang terorganisasi.
Kementerian-kementerian pertahanan dan dalam negeri telah mengintegrasikan banyak dari mereka ke jajaran pemerintah namun ada juga yang masih menghukum diri mereka sendiri.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
