Huda Hasilkan Ratusan Juta Rupiah Dari Fosil

id fosil

Huda Hasilkan Ratusan Juta Rupiah Dari Fosil

KHAIRUL HUDA

Waykanan (ANTARA LAMPUNG) - Khairul Huda, pria kelahiran Tanjungkarang Bandarlampung yang kini tinggal di Kabupaten Waykanan, terus giat mengolah batu fosil karena mampu menghasilkan ratusan juta rupiah setiap tahun.

"Ketika tidak ada yang serius mengelola potensi sumber daya alam itu, saya ambil peluang tersebut. Sekarang, selain bahan mentahnya dihargai tinggi oleh pihak luar, hasil produksinya juga digemari," katanya.

Dalam konteks tersebut, lanjut suami Vera Liliana Adi, ia berhasil memperbaiki ekonomi keluarganya. Batu fosil yang semula dihargai rendah, akhirnya mempunyai nilai jual yang tinggi.
        
Ia menjelaskan, mempelajari usaha pengolahan batu secara otodidak tidak membuatnya semata-mata bertumpu pada finansial, tetapi juga keyakinan.
        
"Pada mulanya, ide mengelola dan menjual batu di daerah terpencil seperti Waykanan yang sampai dengan saat ini selalu lengang di setiap Sabtu dan Minggu, dinilai tidak logis oleh keluarga terkait dengan masalah pemasaran. Tetapi saya optimistis hal itu bisa kita atasi dengan berbagai jalan, salah satunya menggunakan internet," ujarnya.
        
Waktu berjalan, saat ini produksi kerajinan batu yang ditekuninya sejak beberapa tahun lalu di galeri Faiz da Faiz, digemari kolektor luar negeri seperti Taiwan, Korea, Jepang dan Amerika.
        
"Selain keyakinan, kita membutuhkan kreativitas, kecermatan serta ketekunan untuk mencapai tujuan kita," kata dia.
        
Pada awalnya, lanjut dia, alat untuk membuat batu menjadi halus dan mengkilat dibuat sendiri dengan dinamo mesin jahit karena tidak tahu dimana harus membeli alat tersebut. Tetapi setelah dicoba, ternyata hasil kilat dan kehalusan batu serupa diolah menggunakan peralatan canggih.
        
Dalam menjalankan usaha kerajinan batu fosil saat ini, Khairul Huda dibantu oleh lima orang tenaga kerja, tiga orang mengolah perhiasan seperti cincin dan liontin, yang dua lainnya mengerjakan batu pajang atau perhiasan ruang tamu. (Ant)
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar