Lampung Timur (ANTARA) - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (8/5)..

Wapres Gibran dalam kunjungannya menyerap aspirasi para nelayan dan pembudidaya udang vanamei di daerah tersebut.

Gibran menekankan bahwa keberhasilan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama swasembada pangan, sangat bergantung pada kolaborasi di lapangan.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak segan melaporkan kendala yang menghambat produktivitas mereka.

“Pokoknya kita ingin menyukseskan program prioritas dari Bapak Presiden, terutama swasembada pangan. Tapi program ini tidak akan berhasil kalau yang kerja cuma pemerintah. Kita semua harus gotong royong,” ujar Wapres di hadapan para nelayan dan petambak.

Wapres berjanji akan melengkapi kekurangan infrastruktur secara bertahap.

 “Akan kita lengkapi satu per satu kekurangannya. Kami mohon waktu untuk melengkapi kekurangan-kekurangan ini,” imbuhnya.

Dalam kunjungan ini, Wapres Gibran juga berdialog dengan nelayan, dan pembudidaya udang vanamei. Nelayan menyampaikan persoalan kronis, salah satunya pendangkalan Muara Margasari yang telah terjadi selama hampir 30 tahun.

Kondisi ini memaksa kapal nelayan menunggu hingga enam jam untuk bisa masuk muara saat air surut. Masalah ini kian pelik karena armada nelayan kini telah berkembang dari kapal 3-5 GT menjadi hingga 30 GT.

“Kampung nelayan ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi bagaimana nelayan bisa melaut dengan tenang, mudah mendapatkan BBM, dan hasil tangkapannya memiliki harga jual yang baik,” tegas Gibran menanggapi keluhan terkait kuota solar dan perizinan.

Untuk solusi jangka panjang, Wapres akan berkoordinasi dengan BNPB dan kementerian teknis guna melakukan pengerukan muara.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, dalam keterangannya, di Lampung Timur, Minggu (10/5) menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerahnya untuk menjadi jembatan antara kebijakan pusat dan kebutuhan masyarakat lokal.

Ia menegaskan bahwa Lampung Timur adalah pilar penting dalam rantai pasok pangan nasional, khususnya dari sektor perikanan.

“Kami siap memastikan bahwa program-program pusat dapat terimplementasi secara presisi di tingkat tapak. Sesuai arahan Bapak Wakil Presiden, keberhasilan program pemerintah tidak bisa dicapai secara parsial," ujarnya.

Bupati Ela menyatakan komitmennya melakukan langkah nyata. “Kami akan segera berkoordinasi dengan BPH Migas untuk memastikan distribusi solar tepat sasaran. Kami juga akan membuka ruang komunikasi lebih luas dan menyederhanakan birokrasi agar produktivitas nelayan tidak terhambat prosedur berbelit,” tuturnya.