Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan cara jangka panjang yang dapat dilakukan untuk mencegah adanya bencana banjir adalah dengan menambahkan daerah resapan air.

"Kita sudah melihat secara bersama-sama kalau banyak hal yang harus dibenahi agar banjir tidak terus berulang, selain pengerukan sedimentasi dan merapikan sepadan sungai," ujar Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Sabtu.

Ia mengatakan dengan kondisi Kota Bandarlampung yang terus mengalami bencana banjir berulang, maka perlu juga dilakukan perluasan daerah resapan air.

"Kita memang kekurangan daerah resapan air, dan memang perlu ditambah ini di berbagai tempat agar makin banyak daerah resapan," katanya.

Selain daerah resapan, lanjut dia, pihaknya juga akan membantu dalam memasang biopori di beberapa lokasi untuk membantu air hujan meresap menjadi air tanah sehingga tidak menimbulkan banjir.

"Kami segera melakukan konsolidasi untuk membahas ini, dan saya sangat setuju memang perlu kita menambah daerah resapan air terutama di kota," ucap dia.

Mirza melanjutkan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir pada Kamis (27/2) Pemerintah Provinsi Lampung juga telah memberikan bantuan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

"Kami sudah bantu ada sembako, buffer stock, dan ada rumah yang rumah rusak sudah diperbaiki. Tapi ini sifatnya hanya membantu sebab ini wilayah kerja Pemerintah Kota Bandarlampung jadi mereka yang utama harus menangani," tambahnya.

Sebelumnya, pada Kamis (27/2) Kota Bandarlampung kembali mengalami bencana banjir setelah beberapa kali bencana hidrometeorologi itu melanda kota tersebut akibat curah hujan tinggi.

Akibat banjir tersebut banyak rumah warga yang terdampak salah satunya di Kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Timur dan Kelurahan Kedamaian.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur Lampung: Perlu tambah daerah resapan air cegah banjir

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor : Satyagraha
Copyright © ANTARA 2025