Cirebon (ANTARA) -
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mencatat sekitar delapan perjalanan kereta api (KA) tujuan Bandung, Jawa Barat, dialihkan memutar melewati wilayahnya imbas kecelakaan di KM 181+700 Stasiun Haurpugur-Stasiun Cicalengka.
 
“Terdapat delapan perjalanan KA dari dan ke tujuan bandung berjalan memutar melewati wilayah Daop 3 Cirebon,” kata Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Rokhmad Makin Zainul saat ditemui di Cirebon, Jawa Barat, Jumat.

Rokhmad menyampaikan delapan perjalanan itu terdiri dari KA Lodaya Bandung-Solo, KA Argo Wilis Bandung-Surabaya Gubeng, KA Baturaden Ekspres Bandung-Purwokerto, KA Lodaya Solo-Bandung, dua KA Serayu, KA Pasundan dan lainnya.

Berdasarkan hasil pendataan, kata dia, empat perjalanan KA nantinya melalui rute perlintasan utara dari Stasiun Cirebon dan empat KA lain dialihkan untuk melintasi jalur Stasiun Prujakan Cirebon.

“Seharusnya perjalanan KA itu melalui perlintasan di kawasan Kroya menuju Bandung, karena ada halangan jadi memutar dari arah Purwokerto ke Cirebon kemudian menuju Bandung,” ujarnya.

Rokhmad menjelaskan pengalihan rute perjalanan KA tujuan Bandung itu merupakan tindakan cepat dari PT KAI yang menerapkan rekayasa pola operasi, untuk memastikan pelayanan terhadap penumpang tetap berjalan.

Selain itu, dia menyebutkan hingga saat ini upaya evakuasi dua rangkaian KA yang terlibat kecelakaan masih dilakukan dan dibarengi dengan perbaikan jalur rel di kawasan KM 181+700 Stasiun Haurpugur-Stasiun Cicalengka.

“Pengalihan menggunakan angkutan lain juga dilakukan. Daop 3 Cirebon yang tadi melintas ada KA Serayu pukul 10.00 WIB,” ujarnya.


Rokhmad juga mengimbau kepada masyarakat, bahwa mereka tetap bisa menggunakan KA sesuai rencana karena di Daop 3 Cirebon tidak ada perubahan perjalanan.

Khususnya setelah terjadinya kecelakaan yang melibatkan KA Turangga dengan KA Lokal Bandung di jalur petak Stasiun Cicalengka, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

“KAI juga akan melakukan investigasi bersama KNKT untuk mengetahui penyebab kecelakaan. Informasi lebih lanjut terkait kejadian ini akan kami sampaikan pada kesempatan selanjutnya,” ucap dia.



 
 

Pewarta : Fathnur Rohman
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2024