Denpasar (ANTARA) - Sebanyak 1.648 seniman akan memeriahkan ajang pembukaan Denpasar Festival 2023 pada 22 Desember 2023 di kawasan Patung Catur Muka, Kota Denpasar, Bali, yang dimulai pada pukul 16.30 WITA.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Ni Luh Putu Riyastiti di Denpasar, Kamis, mengatakan dari 1.648 seniman tersebut, sebanyak 448 orang akan menampilkan pergelaran kolosal Inaugurasi Pembukaan Denpasar Festival (Denfest).

"Kemudian sebanyak 1.200 orang diantaranya merupakan ibu-ibu muda yang akan membawakan Tari Rejang," ujarnya.

Riyastiti menambahkan keterlibatan seniman dalam Denfest 2023 tidak saja saat acara pembukaan, namun juga sepanjang pelaksanaan Denfest yang berlangsung pada 22-25 Desember 2023.

"Denfest didukung 24 grup musik dan 17 pementasan budaya yang sebelumnya telah melalui proses kurasi. Selain itu juga akan diisi podcast dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait," katanya.

Ada sejumlah artis maupun grup musik Bali yang akan tampil pada Denfest 2023 dengan mengangkat tema "Jayastambha, Pilar Kejayaan" tersebut, diantaranya Widi Widiana, Dek Ulik, Nanoe Biroe, Anggis Devaki, XXX Bali, Mister Botax, Jun Bintang, Pherona, dan Discotion Pill.

Sedangkan pementasan budaya yang juga akan menghibur pengunjung Denfest 2023, diantaranya Adi Merdangga "Ngerebeg" Anak-Anak Siwer Nadhi Swara, Tabuh Kreasi Selonding "Ampal Kliyang" Wesi Cwaram, Bebondresan Dadong Rerod, STI Bali, Codet, Ayu Maenah, dan Ayu Petong.

Ada juga penampilan tari The Mystical of Lotus Naluri Manca, Baleganjur "Ripusta" Super Sayan, Musik Kontemporer Kubu Kayumas Art, serta Tari Yosakoi yang merupakan partisipasi Konjen Jepang.

Riyastiti berharap Denfest menjadi festival yang dapat memantik festival lain di Kota Denpasar pada tingkat desa hingga kecamatan.

"Dengan demikian nantinya festival ini dapat bergerak dan mengalir secara alami, dan pergerakan ekonomi pun dapat dimulai pada tingkat akar rumput dengan Denfest sebagai puncaknya untuk memfasilitasi potensi kreatif tersebut," ujarnya.

Denfest juga diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat, dikelola dengan lebih baik, transparan, menyuguhkan sentuhan karya, cita rasa, dan penampilan yang khas dan berkelas.

"Sekaligus menjadi ruang dialog dan domain interaksi publik yang open minded, multikulktur, multidimensi dalam entitas budaya Bali, menjadi ruang ekspresi dan kolaborasi yang memiliki suasana nyaman serta menghibur," katanya.

Ajang itu juga dimeriahkan 78 UMKM unggulan baik kuliner, fesyen, dan kerajinan.

Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2024