Anggota parlemen Eropa tuding UE "berkonspirasi" dengan Israel
Kamis, 23 November 2023 11:06 WIB
Ilustrasi - Bendera Uni Eropa di depan gedung Markas Komisi Eropa di Brussels, Belgia, Eropa. ANTARA/Shutterstock/pri. (ANTARA/Shutterstock/)
Brussel (ANTARA) - Sejumlah anggota Parlemen Eropa menuding Uni Eropa (UE) "berkonspirasi" karena tetap diam di tengah serangan Israel di Jalur Gaza.
Para anggota Parlemen Eropa tersebut menghadiri sidang pada Rabu tentang Gaza dengan dihadiri kepala kebijakan luar negeri Josep Borrell dan Komisaris Eropa untuk Manajemen Krisis Janez Lenarcic.
Beberapa anggota parlemen menolak serangan Israel dengan mendefinisikannya sebagai "pembersihan etnis" dan "genosida."
Mereka menyalahkan blok tersebut karena menerapkan standar ganda dalam kebijakannya tentang masalah tersebut.
Merujuk kepada kesepakatan pertukaran sandera Israel-Hamas, Anggota Parlemen Prancis Manon Aubry dari kelompok kiri mengatakan bahwa "Jeda (kemanusiaan) saja tidak cukup."
Harus ada gencatan senjata permanen, katanya, seraya menambahkan apa yang harus mereka katakan kepada ribuan orang tua yang kehilangan anak mereka?
Sembari menyinggung situasi di Tepi Barat, Aubry juga menggarisbawahi bahwa setiap hari warga Palestina diserang, dianiaya, dipukuli dan diusir dari tanah mereka. Dia mengatakan itu adalah "bentuk pembersihan etnis."
Anggota parlemen Spanyol Manu Pineda mencatat bahwa Parlemen Eropa menolak menuntut gencatan senjata di Gaza dan parlemen juga menolak untuk membahasnya.
"Berapa banyak lagi anak-anak Palestina yang harus tewas oleh serangan bom Israel sebelum Parlemen Eropa dan Uni Eropa akhirnya menuntut gencatan senjata," tanya Pineda.
"Uni Eropa harus berani, bukannya berstandar ganda"
Anggota parlemen independen Italia Dino Giarruso mengatakan anak-anak, laki-laki, perempuan dan warga sipil dibunuh hanya karena mereka orang Palestina.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pembunuhan tersebut termasuk bayi baru lahir di inkubator yang meninggal karena Israel memutus aliran listrik ke rumah sakit. "Inilah yang terjadi di Palestina," kata Giarruso.
Anggota parlemen Irlandia Grace O'Sullivan, dari kelompok Green, mengatakan bahwa Parlemen Eropa telah gagal menyerukan gencatan senjata dan merespons pelanggaran terhadap hukum internasional.
Dia mencatat bahwa PM Israel Benjamin Netanyahu dan pemerintahan sayap kanannya menjadi semakin "berani dengan diamnya Anda."
O'Sullivan mendesak para anggota parlemen lainnya untuk menghentikan perdagangan dan mengakui negara Palestina. "Uni Eropa harus berani, bukannya berstandar ganda," tambahnya.
Israel meluncurkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas yang dilakukan kelompok Hamas Palestina pada 7 Oktober.
Otoritas di Gaza pada Selasa mengatakan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel yang masih berlangsung di daerah kantong yang terkepung itu telah meningkat lebih dari 14.500 orang, termasuk lebih dari 6 ribu anak-anak dan 4 ribu perempuan.
Sementara itu, jumlah korban tewas di Israel adalah sekitar 1.200 orang, menurut angka resmi.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Anggota parlemen Eropa kritik kebijakan UE soal Israel
Para anggota Parlemen Eropa tersebut menghadiri sidang pada Rabu tentang Gaza dengan dihadiri kepala kebijakan luar negeri Josep Borrell dan Komisaris Eropa untuk Manajemen Krisis Janez Lenarcic.
Beberapa anggota parlemen menolak serangan Israel dengan mendefinisikannya sebagai "pembersihan etnis" dan "genosida."
Mereka menyalahkan blok tersebut karena menerapkan standar ganda dalam kebijakannya tentang masalah tersebut.
Merujuk kepada kesepakatan pertukaran sandera Israel-Hamas, Anggota Parlemen Prancis Manon Aubry dari kelompok kiri mengatakan bahwa "Jeda (kemanusiaan) saja tidak cukup."
Harus ada gencatan senjata permanen, katanya, seraya menambahkan apa yang harus mereka katakan kepada ribuan orang tua yang kehilangan anak mereka?
Sembari menyinggung situasi di Tepi Barat, Aubry juga menggarisbawahi bahwa setiap hari warga Palestina diserang, dianiaya, dipukuli dan diusir dari tanah mereka. Dia mengatakan itu adalah "bentuk pembersihan etnis."
Anggota parlemen Spanyol Manu Pineda mencatat bahwa Parlemen Eropa menolak menuntut gencatan senjata di Gaza dan parlemen juga menolak untuk membahasnya.
"Berapa banyak lagi anak-anak Palestina yang harus tewas oleh serangan bom Israel sebelum Parlemen Eropa dan Uni Eropa akhirnya menuntut gencatan senjata," tanya Pineda.
"Uni Eropa harus berani, bukannya berstandar ganda"
Anggota parlemen independen Italia Dino Giarruso mengatakan anak-anak, laki-laki, perempuan dan warga sipil dibunuh hanya karena mereka orang Palestina.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pembunuhan tersebut termasuk bayi baru lahir di inkubator yang meninggal karena Israel memutus aliran listrik ke rumah sakit. "Inilah yang terjadi di Palestina," kata Giarruso.
Anggota parlemen Irlandia Grace O'Sullivan, dari kelompok Green, mengatakan bahwa Parlemen Eropa telah gagal menyerukan gencatan senjata dan merespons pelanggaran terhadap hukum internasional.
Dia mencatat bahwa PM Israel Benjamin Netanyahu dan pemerintahan sayap kanannya menjadi semakin "berani dengan diamnya Anda."
O'Sullivan mendesak para anggota parlemen lainnya untuk menghentikan perdagangan dan mengakui negara Palestina. "Uni Eropa harus berani, bukannya berstandar ganda," tambahnya.
Israel meluncurkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas yang dilakukan kelompok Hamas Palestina pada 7 Oktober.
Otoritas di Gaza pada Selasa mengatakan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel yang masih berlangsung di daerah kantong yang terkepung itu telah meningkat lebih dari 14.500 orang, termasuk lebih dari 6 ribu anak-anak dan 4 ribu perempuan.
Sementara itu, jumlah korban tewas di Israel adalah sekitar 1.200 orang, menurut angka resmi.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Anggota parlemen Eropa kritik kebijakan UE soal Israel
Pewarta : Katriana
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
MPR nilai usulan ambang batas parlemen 7 persen terlalu tinggi bagi Parpol
23 February 2026 11:46 WIB
Presiden Prabowo kirim peringatan keras ke pengusaha curang dan ancam sita asetnya
15 August 2025 13:20 WIB
Presiden Prabowo heran Indonesia produksi sawit terbesar tapi minyak langka
15 August 2025 12:51 WIB
Ketua DPR Puan Maharani singgung perilaku "serakahnomic" yang rugikan bangsa
15 August 2025 12:47 WIB
Indonesia dan Malaysia bentuk forum parlemen untuk kemerdekaan Palestina
12 July 2024 13:56 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Menteri Imipas tegaskan komitmen berantas peredaran narkotika di lapas dan rutan
11 April 2026 5:36 WIB
Kopilot pesawat F-15E AS jatuh di Iran dibawa ke Kuwait untuk perawatan medis
05 April 2026 19:54 WIB
Tiga jenazah prajurit TNI dipulangkan dari Turki, tiba di Soetta pada Sabtu sore
03 April 2026 21:43 WIB