Perry Warjiyo jadi Gubernur BI
Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (dua dari kanan) berfoto bersama usai DPR RI menyetujui Perry Warjiyo menjabat kembali sebagai Gubernur BI periode 2023-2028 dalam rapat paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (21/3/2023). ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak
"Apakah laporan Komisi XI DPR RI terhadap hasil uji kelayakan dan kepatutan, fit and proper test calon Gubernur Bank Indonesia tersebut dapat disetujui?" tanya Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Rapat Paripurna DPR RI yang dipantau secara dalam jaringan di Jakarta, Selasa.
Atas pertanyaan pimpinan sidang tersebut, peserta Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2022-2023 memberikan persetujuan terhadap hasil uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur BI.
Komisi XI DPR RI pada Senin (20/3/2023) melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon tunggal Gubernur BI, yakni Perry Warjiyo yang kini menjabat Gubernur BI sejak 2018.
Selanjutnya, Komisi XI DPR pada hari yang sama melakukan rapat internal dan memutuskan untuk menyetujui Perry Warjiyo, calon tunggal yang diusulkan Presiden Jokowi, menjabat kembali sebagai Gubernur BI.
"Rapat internal Komisi XI DPR RI memutuskan secara musyawarah, mufakat, dan aklamasi menyetujui saudara Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI periode 2023-2028," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR Amir Uskara.
Sebelum menjabat Gubernur BI, Perry menjabat sebagai Deputi Gubernur BI periode 2013-2018.
Perry juga pernah menjabat sebagai Asisten Gubernur BI untuk kebijakan moneter, makroprudensial, dan internasional. Jabatan tersebut diemban setelah menjadi Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia.
Perry lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah pada 1959. Setelah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada 1982, Perry melanjutkan pendidikan di Iowa State University hingga meraih gelar Master pada 1989 dan meraih gelar PhD di 1991.
Sebelum kembali ke BI pada 2009, Perry menduduki posisi penting selama dua tahun sebagai direktur eksekutif di International Monetary Fund (IMF), mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group pada 2007-2009.
Perry memiliki karier yang panjang dan cemerlang di Bank Indonesia sejak 1984, khususnya di area riset ekonomi dan kebijakan moneter, isu-isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, serta biro gubernur.
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Bank Indonesia ajak pemangku kepentingan bersinergi hadapi gejolak global
30 November 2024 6:54 WIB, 2024
Gubernur BI proyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh hingga 5,6 persen di 2025
05 June 2024 15:09 WIB, 2024
Presiden kantongi sejumlah nama calon Gubernur BI, diputuskan Selasa atau besok
21 February 2023 10:58 WIB, 2023
BI proyeksikan tingkat inflasi turun di bawah persen di triwulan III 2023
13 October 2022 5:11 WIB, 2022
BI sebut sektor unggulan ekonomi syariah RI tumbuh 3,9 persen di triwulan I
24 August 2022 11:30 WIB, 2022
Gubernur BI: Rupiah digital akan tingkatkan efisiensi ekonomi Indonesia
19 August 2021 18:59 WIB, 2021
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Wapres ke-6 RI Try Sutrisno wafat, Mensesneg: Kita berdukacita sangat mendalam
02 March 2026 9:19 WIB
Menteri PANRB pastikan layanan publik berjalan meski ASN ikut latihan komcad
25 February 2026 7:04 WIB