Bandarlampung (ANTARA) - PT PLN (Persero) berhasil mengalirkan listrik bagi ratusan rumah di Pekon (Desa) Karang Brak, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Kehadiran listrik PLN di kawasan 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) merupakan bukti kehadiran negara melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) guna mewujudkan energi berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

Hadirnya listrik pun disambut sukacita oleh warga Pekon Karang Brak. Kepala Urusan Pelayanan Pekon Karang Brak, Asep Gunawan mengatakan, dirinya sudah mendambakan hadirnya listrik sejak lama.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras PLN sehingga listrik dapat mengaliri rumah-rumah warga di Pekon Karang Brak. Apalagi dengan kondisi geografis menuju pekon kami yang sangat menantang. Masuknya listrik semakin memberikan kenyamanan bagi warga,” ujar Asep di Tanggamus, Senin.

Ia menambahkan, kehadiran listrik PLN telah membantu masyarakat lebih produktif dalam bekerja dan kegiatan warga menjadi lebih mudah dan efisien. Anak-anak kini juga bisa belajar dengan leluasa pada malam hari.

"Sebelum listrik hadir di pekon kami, kegiatan belajar mengajar sangat terbatas, tetapi kini beragam kegiatan dapat kami hadirkan dalam kegiatan belajar mengajar," jelas Asep.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan pihaknya akan terus mendukung program pemerintah untuk terus menghadirkan listrik ke seluruh nusantara khususnya di wilayah 3T.

"Ini adalah wujud nyata hadirnya negara dalam mewujudkan energi listrik yang berkeadilan. Masyarakat yang berada di pelosok desa terpencil memiliki hak yang sama untuk menikmati energi listrik. Untuk itu, PLN akan terus berupaya mewujudkannya," jelas Darmawan.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Lampung I Gede Agung Sindu Putra mengatakan PLN telah membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 10 kilometer sirkit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 4,5 kms dan trafo gardu distribusi sebanyak 3 unit berkapasitas 100 kilo Volt Ampere (kVA) di Pekon Karang Brak.

Sindu menyampaikan, kondisi geografis dan infrastruktur jalan yang masih sangat terbatas di Pekon Karang Brak juga tidak menyurutkan petugas PLN untuk menyelesaikan infrastruktur kelistrikan di daerah tersebut.

“Pembangunan infrastruktur kelistrikan di Pekon Karang Brak merupakan salah satu yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Kondisi geografis dan infrastruktur jalan yang masih sangat terbatas menyebabkan kesulitan mobilisasi material. Namun kami terus berusaha untuk melistriki semua pelosok negeri dengan sumber daya yang dimiliki,” kata Sindu.

Dirinya menambahkan, penyalaan listrik di desa Karang Brak ini juga sekaligus meningkatkan rasio elektrifikasi desa di Provinsi Lampung. Di tahun 2021 rasio desa berlistrik sebesar 99,43 persen dan meningkat di tahun 2022 sebesar 99,55 persen.

 

Pewarta : Emir Fajar Saputra
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2024