Hongaria konfirmasi cacar monyet
Rabu, 1 Juni 2022 15:05 WIB
Telapak tangan pasien kasus cacar monyet dari Lodja, sebuah kota berlokasi di dalam Zona Kesehatan Katako-Kombe, terlihat selama penyelidikan kesehatan di Republik Demokratik Kongo pada 1997. ANTARA FOTO/Brian W.J. Mahy/CDC/Handout via REUTERS/RWA/djo
Budapest (ANTARA) - Otoritas kesehatan Hongaria pada Selasa (31/5) mengonfirmasi kasus pertama cacar monyet mereka pada seorang pria berusia 38 tahun.
Penyakit tersebut tidak mudah menyebar dan hanya melalui kontak erat, kata kepala petugas medis Cecilia Muller saat konferensi pers.
Cacar monyet berlangsung selama dua sampai empat pekan dan bisa menyebar dengan lebih cepat pada pasien penderita gangguan imun dan ibu hamil, katanya menambahkan.
Muller menegaskan bahwa pasien cacar monyet harus diisolasi selama menjalani penyembuhan.
"Kami perlu memberikan perhatian pada kasus-kasus ini untuk menentukan diagnosa awal. Kami perlu memahami gejalanya. Jika seseorang terkena penyakit yang mencurigakan, silakan datang ke dokter," katanya.
Meskipun cacar monyet paling banyak ditemukan di daerah hutan hujan tropis di Afrika tengah dan barat, penyakit tersebut perlahan-lahan muncul di negara-negara non-endemik.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa ada 257 kasus terkonfirmasi cacar monyet dan 120 kasus suspek di 23 negara, di mana virus tersebut bukanlah endemi.
WHO pada Selasa memperingatkan bahwa penularan lebih lanjut dari cacar monyet di Eropa dan tempat lainnya selama musim panas ini kemungkinan tinggi.
Sumber: Xinhua
Penyakit tersebut tidak mudah menyebar dan hanya melalui kontak erat, kata kepala petugas medis Cecilia Muller saat konferensi pers.
Cacar monyet berlangsung selama dua sampai empat pekan dan bisa menyebar dengan lebih cepat pada pasien penderita gangguan imun dan ibu hamil, katanya menambahkan.
Muller menegaskan bahwa pasien cacar monyet harus diisolasi selama menjalani penyembuhan.
"Kami perlu memberikan perhatian pada kasus-kasus ini untuk menentukan diagnosa awal. Kami perlu memahami gejalanya. Jika seseorang terkena penyakit yang mencurigakan, silakan datang ke dokter," katanya.
Meskipun cacar monyet paling banyak ditemukan di daerah hutan hujan tropis di Afrika tengah dan barat, penyakit tersebut perlahan-lahan muncul di negara-negara non-endemik.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa ada 257 kasus terkonfirmasi cacar monyet dan 120 kasus suspek di 23 negara, di mana virus tersebut bukanlah endemi.
WHO pada Selasa memperingatkan bahwa penularan lebih lanjut dari cacar monyet di Eropa dan tempat lainnya selama musim panas ini kemungkinan tinggi.
Sumber: Xinhua
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Skotlandia jaga asa lolos ke babak selanjutnya usai main imbang Swiss 1-1
20 June 2024 7:25 WIB, 2024
Gladies wakili Indonesia dalam loncat indah Kejuaraan Dunia 2022 di Hongaria
29 June 2022 14:04 WIB, 2022
Pesta 10 gol saat lawan San Marino tandai kelolosan Inggris ke final Piala Dunia di Qatar
16 November 2021 7:05 WIB, 2021
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Putin sebut Indonesia mitra kunci di Asia-Pasifik dan sahabat terpercaya di ASEAN
03 September 2026 15:44 WIB
USGS perkirakan banyak korban jiwa dan kerusakan parah di Venezuela akibat gempa
25 June 2026 8:14 WIB