Surabaya (ANTARA) - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengapresiasi penandatanganan kerja sama antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur dengan PT Telkom di bidang vokasi.

LaNyalla yang sedang reses di Jawa Timur, Senin di Surabaya, berharap, kerja sama itu akan mengoptimalkan jalinan kerja sama dengan industri sehingga tercapai link and match sehingga lulusan pendidikan vokasi dapat menjawab tantangan di dunia industri.

"Terpenting kami semua, baik swasta, pemerintah, BUMN harus berkolaborasi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, khususnya lulusan pendidikan vokasi yang terserap dunia industri," kata LaNyalla yang merupakan inisiator dan pendiri Kadin Institute.

Sementara itu, penandatanganan MoU dilakukan Senin di kantor Kadin Jatim, oleh Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto dan Djatmiko, Executive Vice President (EVP) Telkom Regional 5 Jatim Bali Nusa Tenggara di kantor Kadin Jatim.



Turut hadir dalam acara itu Direktur Kadin Institute Nurul Indah Susanti, beberapa pengurus Kadin Jatim antara lain Idris Yahya (Wakil Ketua Umum Bidang UMKM) dan M Rizal (Wakil Ketua Umum Bidang Konstruksi).

Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, mengatakan, sejauh ini Kadin berkomitmen penuh mendukung program vokasi (link and match) atau pendidikan vokasi dual sistem.

Komitmen itu diwujudkan melalui kerja sama dengan dua lembaga dari Jerman, yaitu IHK Tier dan GIZ Jerman.

"Dengan IHK Tier kami sudah bekerjasama selama 5 tahun, sementara dengan GIZ kita akan mulai bulan Juli besok. Ini terkait link and match dunia pendidikan dan dunia industri," ujar Adik.

Program vokasi itu juga mendapatkan dukungan dari berbagai stakeholder, mulai dari Pemprov Jatim, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan dan Dinas Perindustrian.

"Dan sekarang kami menandatangani kerja sama dengan Telkom. Harapan saya setelah MoU ini kita juga bisa me-link and match kegiatan Kadin dengan Telkom, karena kami memfasilitasi pemagangan, tidak hanya siswa SMK dan Perguruan Tinggi di Jatim tetapi dengan 11 Perguruan Tinggi di Gorontalo dan di NTB. Karena di sana industri sangat terbatas, makanya pemagangan mahasiswa dan SMK kami berikan fasilitas, bekerja sama dengan Kadin Jateng, Jabar dan Kadin DKI Jakarta," kata Adik.

EVP Telkom Indonesia Regional 5 Jatim Bali Nusra, Djatmiko mengatakan, kedua pihak bekerja sama dalam penggunaaan aplikasi Vokasakti. Aplikasi itu mendukung program link and match antara dunia pendidikan dengan dunia industri.

"Aplikasi ini akan pertemukan alumni SMK dan dunia industri sekaligus mengelola data base dari sekian banyak alumnus SMK," ujar dia.

Telkom, ujarnya, sejauh ini diharapkan menjadi lokomotif penggerak digitalisasi ekonomi. Dalam hal ini, bagaimana mengelola lulusan vokasi supaya link and match dengan dunia industri.

Saat ini, kata Djatmiko, sudah ada sekitar 200 SMK yang menggunakan aplikasi vokasakti secara nasional.

Sementara Jatim mencapai 40 SMK. Adapun jumlah industri yang telah melakukan registrasi mencapai 4.174 industri, di Jatim mencapai 169 industri.

"Target kami, dengan adanya kerjasama ini maka industri yang melakukan registrasi akan bertambah menjadi 10.000 industri," kata Jatmiko.



Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2024