Google berhenti jual iklan di Rusia
Jumat, 4 Maret 2022 10:27 WIB
Logo Google. (REUTERS/ANDREW KELLY)
Jakarta (ANTARA) - Google sejak Kamis (3/3) berhenti menjual iklan dalam jaringan di Rusia, berlaku juga untuk platform lainnya yang termasuk grup mereka, salah satunya YouTube.
"Mengingat situasi luar biasa, kami menghentikan iklan Google di Rusia. Situasi ini berubah cepat dan kami akan terus memberikan pembaruan jika waktu sesuai," kata Google, dikutip dari Reuters, Kamis.
Google sebelumnya sudah melarang media yang disponsori pemerintah Rusia untuk membeli atau menjual iklan menggunakan alat mereka. Raksasa teknologi ini juga menerapkan kebijakan untuk peristiwa sensitif, yaitu melarang pemasaran yang memanfaatkan perang, kecuali untuk iklan protes atau anti-perang.
Regulator komunikasi Rusia Roskomnadzor pada Senin (28/1) meminta Google berhenti memperlihatkan iklan yang mengandung informasi tidak akurat soal korban, baik dari tentara Rusia maupun warga sipil Ukraina.
Kamis (3/3) waktu setempat, Roskomnadzor meminta Google berhenti memuat iklan YouTube yang berisi "informasi politik yang salah" tentang Ukraina dan bertujuan untuk "memberikan misinformasi kepada penonton Rusia" mengenai situasi terkini, berdasarkan laporan Wall Street Journal.
Rusia pernah mengenakan denda atau membatasi akses layanan jika tidak memenuhi permintaan mereka. Tahun lalu, Google membayar lebih dari 32 juta rubel karena pelanggaran konten.
"Mengingat situasi luar biasa, kami menghentikan iklan Google di Rusia. Situasi ini berubah cepat dan kami akan terus memberikan pembaruan jika waktu sesuai," kata Google, dikutip dari Reuters, Kamis.
Google sebelumnya sudah melarang media yang disponsori pemerintah Rusia untuk membeli atau menjual iklan menggunakan alat mereka. Raksasa teknologi ini juga menerapkan kebijakan untuk peristiwa sensitif, yaitu melarang pemasaran yang memanfaatkan perang, kecuali untuk iklan protes atau anti-perang.
Regulator komunikasi Rusia Roskomnadzor pada Senin (28/1) meminta Google berhenti memperlihatkan iklan yang mengandung informasi tidak akurat soal korban, baik dari tentara Rusia maupun warga sipil Ukraina.
Kamis (3/3) waktu setempat, Roskomnadzor meminta Google berhenti memuat iklan YouTube yang berisi "informasi politik yang salah" tentang Ukraina dan bertujuan untuk "memberikan misinformasi kepada penonton Rusia" mengenai situasi terkini, berdasarkan laporan Wall Street Journal.
Rusia pernah mengenakan denda atau membatasi akses layanan jika tidak memenuhi permintaan mereka. Tahun lalu, Google membayar lebih dari 32 juta rubel karena pelanggaran konten.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Baznas buka Program Beasiswa Rusia 2025 untuk tingkatkan pendidikan generasi muda
24 September 2025 10:43 WIB
Gempa 8,7 M di Rusia, BMKG minta warga jauhi pantai sampai waktu tiba tsunami
30 July 2025 10:37 WIB
Tim bulu tangkis Rusia tiba untuk pelatnas bersama atlet Indonesia di Cipayung
09 July 2025 5:45 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Kapal induk USS Abraham Lincoln siap lakukan operasi ke Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 9:55 WIB