Jakarta (ANTARA) - Pangeran Harry dikabarkan akan kembali ke Inggris untuk pertama kalinya sejak mengundurkan diri sebagai anggota keluarga kerajaan senior pada 2020, untuk menghadiri pemakaman kakeknya Pangeran Philip.

Menurut sumber terdekat, Duke of Sussex ini sudah merencanakan reuni dengan keluarganya pada musim panas ini untuk menghadiri pembukaan patung yang didedikasikan untuk mendiang ibunya, Putri Diana, tetapi kepergian Philip telah mengubah garis waktu itu.

Dilansir dari VanityFair, sumber yang berbicara kepada New York Post meragukan Meghan Markle akan dapat bergabung dengan Harry, mengingat saat ini dia sedang mengandung anak kedua dan diperkirakan lahir awal musim panas ini.

Baca juga: Untuk pemakaman Pangeran Philip, tak akan ada upacara kenegaraan

Beberapa sumber menambahkan bahwa meskipun Meghan sangat ingin berada di sisi Harry untuk peristiwa yang menyedihkan ini, keputusan apakah Meghan dapat melakukan perjalanan 12 jam dari California ke London akan diserahkan kepada dokternya.

“Harry sangat dekat dengan kakeknya,” kata sumber kerajaan itu.

"Dia akan, tentu saja, ada di sana, tidak peduli seberapa sulit hubungan antara pasangan Sussex ini dengan keluarga kerajaan," tambah sumber tersebut.

Hal serupa juga dikatakan oleh Angela Levin, seorang penulis biografi kerajaan termasuk tentang Harry dan yang mengkritik wawancara pasangan itu dengan Winfrey, mengatakan dia yakin Harry akan datang ke pemakaman, tetapi dia pikir Meghan tidak mungkin bergabung dengannya di pemakaman karena kehamilannya, seperti dilaporkan The Guardian.

Dalam sebuah video dengan James Corden pada Februari, Harry mengungkapkan bahwa, terlepas dari jarak dan pandemi, dia dan Meghan berhasil tetap berhubungan dengan kakek-neneknya dan bahkan kerap melakukan panggilan video.

Baca juga: Meski Inggris berduka untuk Pangeran Philip, warga diminta tidak berkerumun

Dia menjelaskan, “Kami telah melakukan panggilan via Zoom beberapa kali. Mereka telah melihat Archie berlarian. "

Terhalang karantina
Berdasarkan peraturan pemerintah saat ini, siapa pun yang bepergian ke Inggris harus melakukan karantina di tempat mereka tinggal atau di hotel karantina yang dikelola selama 10 hari. Pengunjung juga harus mendapatkan dua tes virus corona setelah mereka tiba di Inggris.

Mengingat statusnya sebagai anggota keluarga kerajaan yang bepergian untuk mendukung Ratu, ada spekulasi bahwa Harry mungkin dianggap dibebaskan dari pembatasan perjalanan. Beberapa pengecualian berlaku untuk anggota misi diplomatik dan pos konsuler di Inggris, dan antara lain pejabat, pelayan, atau perwakilan organisasi internasional.

Mereka dan anggota keluarganya tidak perlu menjalani karantina di hotel karantina yang dikelola dan tidak menjalani pengujian wajib. Namun, untuk alasan kesehatan mereka “sangat dianjurkan” untuk menyelesaikan tes pada hari kedua dan kedelapan setelah kedatangan.

Baca juga: Dunia olahraga berduka atas wafatnya Pangeran Philip
Baca juga: Pangeran Philip, suami Ratu Inggris Elizabeth, wafat pada usia 99


Pewarta : Maria Rosari Dwi Putri
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2024